Kapolrestabes Medan Paparkan Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Pakiran Minimarket Johor

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Konferensi Pers didampingi Kasat Reskrim dan Kanit PPA terkait tindak pidana kekerasan terhadap Anak Dibawah Umur yang Dilakukan tersangka HSM. Sabtu (25/12/2021) di Mapolrestabes Medan.(Foto.dok.Humas Poldasumut)
MEDAN, Timenews.co.id| Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Konferensi Pers didampingi Kasat Reskrim dan Kanit PPA terkait tindak pidana kekerasan terhadap Anak Dibawah Umur yang Dilakukan tersangka HSM. Sabtu (25/12/2021) di Mapolrestabes Medan.
Peristiwa pada hari Kamis (16/12) sekira pukul 18.10 WIB. Tepatnya di parkiran Minimarket Jl. Pintu Air IV Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Kota Medan.
Sehingga terjadi insiden kekerasan yang dilakukan oleh HSM (45), Wiraswasta, Kecamatan Medan Johor Kota Medan terhadap seorang anak laki-laki inisial FAL (17).
Kombes Pol Riko mengungkapkan bahwa tersangka tersinggung karena omongan korban tidak sopan kepada dirinya karena dilakukan oleh korban”, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko.
Kejadian ini diketahui saat korban pulang ke rumah dengan keadaan pipi memar dan korban mengatakan bahwa saat keluar dari Indomaret pipi korban langsung dipukuli oleh terlapor dan ditendang sehingga korban mengalami memar di pipi kiri dan kuping terasa sakit.
“Berdasarkan hasil Ver korban dari RSUD. Dr. Pirngadi Medan menyimpulkan bahwa tidak adanya luka pada diri korban” tambah Kombes Pol Riko.
Pelaku memukul ke arah kepala sebelah kiri korban sebanyak 1 kali, kemudian pelaku menendang kaki kiri korban dengan menggunakan kaki sebelah kanan pelaku sebanyak 1 kali dan pelaku kembali memukul ke arah lengan kiri korban sebanyak 1 kali.
Tak hanya itu, kemudian pelaku memukul dari kepala korban dari arah atas hingga mengenai wajah depan korban sebanyak 1 kali. Dan pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan kepalan tangan sebanyak 1kali,”terang Kombes Pol Riko.
” Saat ini pihak kepolisian sudah menyimpan bukti 1 buah Flashdisk merek Sandisk yang berisikan rekaman CCTV kejadian. Dan untuk kejadian ini, pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 80 Ayat (1) Jo 76 C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 3 (tiga) tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp. 72.000.000,- (tujuh puluh dua juta rupiah).”pungkasnya(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.