Tim Tabur Kejagung Amankan DPO Kasus Usaha Penambangan Tanpa Izin

Terpidana IP saat diamankan Tim Tabur Kejagung(ist)
JAKARTA, Timenews.co.id|Tim Tabur Kejaksaan Agung berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Melakukan Usaha Penambangan Tanpa Izin, yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Adapun tersangka yang diamankan IP (33) warga Blok Salasa RT.02 / RW.04, Kelurahan Mandapa, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resmi yang diterima Timenews.co.id, Sabtu(12/2)
Menurut Leonard Eben Ezer Simanjuntak, bahwa terpidana IP melakukan penambangan pasir dan batu (sirtu) tanah urugan untuk dijual di area tanah milik sendiri yang diperoleh berdasarkan Akta Hibah Nomor: 72/2010 tanggal 25 Februari 2010 kecuali tanpa izin yang berwenang.
Bahkan lanjut Leonard juga tidak mempunyai Izin Usaha Penambangan (IUP) juga karena membahayakan tower D29 SUTT 70 KV milik PLN dan dikhawatirkan jika penambangan tersebut tidak segera dihentikan maka tower tersebut bisa roboh, sehingga beralasan hukum jika dilarang karena dapat berdampak terjadi pemadaman terganggunya aliran listrik yang dapat merugikan masyarakat,”ujarnya.
Hasil berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 296 K/Pid.Sus/2019 tanggal 15 April 2019, Terpidana IP terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Melakukan Usaha Penambangan Tanpa Izin sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Atas perbuatannya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan pidana denda masing-masing sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama 1 (satu) bulan.”papar Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
” Terpidana IP diamankan di Jalan Blok Kalapa Dua Desa Bendungan, Pasarean, Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kab. Sumedang, Jawa Barat,’ungkapnya.
Sambungnya. Saat itu terpidana ketika dipanggil sebagai Terpidana oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung.
” Saat terpidana dibawa menuju Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka guna dilaksanakan eksekusi,”pungkasnya.(sug)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.