Terkuak !! Bantuan Kemensos RI di Sergai Diduga Rawan Korupsi, LSM PAB Minta Aparat Hukum Bertindak

Ilustrasi uang bantuan Kemensos RI sebesar Rp 600 yang disalurkan kepada masyarakat (ist)
SERGAI, timenews.co.id| Pasca viralnya sebuah vedio berdurasi 3,21 menit milik akun Facebook, Aris Harahap selaku penerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 600 ribu yang ditukar berbentuk paket sembako yang tidak sesuai ,akhirnya mulai terkuak.
Pasalnya, bantuan yang disalurkan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 600 ribu rupiah kepada penerima yang ditukarkan berupa paket sembako diduga tidak sesuai dengan harga bantuan tersebut sehingga dugaan rawan korupsi.
Seperti diutarakan akun Facebook Aris Harahap kepada kru awak media melalui via mesengger mengatakan bahwa bantuan dari Kemensos RI senilai Rp 600 ribu rupiah tidak sesuai dengan harga bantuan tersebut.
” Kalau saya hitung hitung harga barang senilai Rp 470 sampai 480 ribu,”pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) inisial MH(30) warga Serdang Bedagai yang juga menerima bantuan Pangan Non Tunai(BPNT), Minggu(6/3/) saat disinggung apakah bantuan itu dari BPNT.
MH mengatakan, Saya kurang tau bg pastinya pencairan uangnya di kantor pos, akan tapi kami di intruksikan oleh pemerintah Desa untuk belanja di tempat yang dia tentukan dan tidak boleh pulang sebelum belanja,”kesal MH selaku penerima bantuan dari Kemensos RI yang tidak sesuai diperuntukan.
” Saya hanya minta keadilan bg” Masalahnya ni komplit bg. Kami di haruskan belanja tp sebenarnya kerahnya menukarkan uang yang kami dapat dari bantuan senilai 600 ribu dengan sembako yg sudah mereka persiapkan . Ya biar pun jumlah sembakonya tidak sesuai,” Ujarnya
Namun saat di singgung apakah bantuan sembako layak dikonsumsi, MAH dengan menjawab “tidak”
“Harapan saya tidak ada lagi yang mengambil keuntungan dengan adanya bantuan dari pemerintah dan harus jelas siapa yang bertanggung jawab di balik ini semua,’harapnya.
Aparat Hukum Diminta Bertindak
Menyikapi hal ini, Lembaga Swada Masyarakat Peduli Anak Bangsa (LSM- PAB) Kabupaten Serdang Bedagai, Tri Juliadi meminta aparat hukum cepat bertindak dalam hal ini bantuan dari Kemensos RI yang diduga menjadi ajang rawan korupsi.
Menurut Tri, hal ini sudah jelas jika bantuan dari Kemensos RI sebesar Rp 600 ribu rupiah, maka yang harus diperuntukan kepada penerima harus juga sesuai dengan harga bantuan paket sembako dengan jumlah harga bantuan tersebut.
Namun jika tidak sesuai maka bantuan ini bisa menjadi ajang manfaat meraup keuntungan bagi oknum oknum yang tidak bertanggungjawab. Sehingga bisa menjadi ajang tindak pidana korupsi,”ucap Tri.
Ditambah lagi, lanjut Tri, apalagi dengan viralnya sebuah vedio penerima bantuan Kemensos RI sebesar Rp 600 ribu yang ditukarkan berupa paket sembako tersebut tidak sesuai yang diperuntukkan. Maka bantuan tersebut patut dicurigai.
“Total rincian bantuan paket sembako sangat beda jauh jika ditotalkan dengan bantuan biaya Kemensos RI sebesar Rp 600 ribu, maka hal ini sudah jelas bahwa bantuan tersebut diduga rawan korupsi yang bisa merugikan rakyat dan negara,”tegasnya.
Untuk itu, Tri meminta kepada penegak hukum baik Pihak Kepolisian dan Kejaksaan agar untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Serdang Bedagai. Khususnya bantuan dari Kemensos RI tersebut,”pungkasnya.(Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.