Soal lamaran Kadus Desa Citaman Jernih Ditarif 10 Juta. Kadis PMD Sergai Membantah Tudingan Biaya Administrasi ke Kabupaten

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Sergai(istimewa)
 
” Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kebijakan Kades dapat Rekom Camat”
SERGAI, timenews.co.id|Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kabupaten Serdang Bedagai, membantah tudingan terkait biaya administrasi sampai ke Kabupaten dalam pencalonan kepala Dusun (Kadus) yang Ditarif sebesar Rp 10 juta dengan alasan biaya administrasi dan seragam baju.
” Waduh Ga ada tu, KK aja baru dengar ini, Nnti di konfirmasi ke kades nya, kami blm dpt info,”tulis Kadis PMD Sergai, Sri Rahmayani.
Namun saat disinggung apakah Dinas PMD Kab, Sergai ada penerimaan kepala Dusun di Desa Citaman Jernih, Sri Rahmayani mengatakan “tidak ada,
Kewenangan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa ada di Kades dengan sebelumnya mendapat rekom Camat,”ujar Sri Rahmayani.
“Saya membantah dengan keterangan pemerintah Desa Citaman Jernih, Krn memang PMD tidak ada menerima apapun dan tidak memproses pemberhentian dan pengangkatan Perangkat desa,”tegas Kadis PMD Sergai
Bahkan Dinas Pemberdayaan Masyakarat dan Desa Kab. Sergai akan melakukan pemanggilan terhadap kepala desa Citaman Jernih. “Iya kita akan panggil,”pungkasnya
Sebelumnya,Camat Perbaungan, M Fahmi di konfirmasi merasa terkejut dengan pemerintah desa Citaman Jernih yang meminta biaya pencalonan kepala dusun sebesar Rp 10 juta.
” biar kita cek, nanti kita minta keterangan sama kadesnya dan nanti kita panggil kadesnya”tulis Camat Perbaungan
Kepala Desa Citaman Jernih, Lian Lubis saat dikonfirmasi wartawan melalui via seluler sebelumnya membantah dengan adanya meminta biaya sebesar Rp 10 juta untuk para peserta calon kepala dusun.
” Dari mana itu yang minta, ngk ada. Kalau ada yang minta di gas aja,”ucap Kades Citaman jernih.
Namun saat disinggung awak media, apakah Desa Citaman jernih ada penerimaan calon kepala dusun,” Lian Lubis dengan logat kebinggungan mengatakan “tidak ada,”paparnya.
Menurut Keterangan sumber dipercaya mengatakan ceritanya memang bukan kepala desanya yang langsung berbicara, namun kadesnya menyampaikan kepada salah satu anggotanya untuk menyampaikan kepada kami, biaya 10 juta itu untuk biaya administrasi dan membuat baju,”ucap peserta calon Kadus yang enggan disebut namanya di awak media. Senin(7/3) via seluler.
Sementara sekretaris desa juga mengatakan kepada kami,” sebenarnya aku ngak tegah berbicara ini sama kalian (calon kadus-red), tapi ini permintaan kades dan kades yang menyuruh untuk meminta 10 juta kepada kalian.
Namun lanjut Sumber. Tapi Pernyataan sekretaris Desa yang tidak tegah melihat kami, dan mengatakan, “Cobalah kalian jumpai kades langsung, kalau kalian tidak sanggup 10 juta dan minta kurang aja, tapi jangan berbicara kalau saya yang berbicara.”ucap sumber menirukan ucapan sekretaris desa.
” Biaya sebesar 10 juta itu, menurut kaur desanya bahwa dananya sebagian untuk kabupaten juga. Itulah bang yang lebih jelas. Itulah permintaan kepala desanya bang,”ucapnya.
Bahkan calon Kudus juga ada menyampaikan kepada kepala Desanya, “Des kami tidak ada uang sebesar Rp 10 juta, tapi kalau di cicil kami bisa. Kemudian kadesnya menjawab “tak bisa”,ujarnya.
Intinya, sambung sumber. Bahwa dana itu untuk administrasi yang mau diserahkan kekantor Camat dan Kabupaten dan sebagian dananya untuk membuat baju kepala dusun.
”cobalah bang, tanyakan ke kabupaten dinas mana yang penerimaan kepala dusun. Ada ngak pendaftaran kepala dusun dimintai dana administrasi tersebut”pungkas sumber(Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.