Soal Lamaran Kadus Ditarif 10 Juta, Kajari Sergai: Akan Segera Pemanggilan Kades Citaman Jernih untuk Klarifikasi

Kantor Kejaksaan Negeri Serdangbedagai yang berlokasi Sei Rampah (ist)
SERGAI, timenews.co.id|Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Serdang Bedagai akan segera melakukan pemanggilan Kepala Desa Citaman Jernih untuk klarifikasi terkait calon peserta perangkat Desa (Kadus) yang Ditarif sebesar Rp 10 juta.
” Ada kemungkinan kita akan melakukan pemanggilan terhadap kepala desa Citaman jernih untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan calon peserta perangkat Desa (Kadus) yang Ditarif 10 juta,”ucap Kajari Sergai Donny Haryono Setyawan melalui Kasi Intelijen Agus Adiatmaja SH, Rabu(9/3/2022) saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Sebelumnya, Hasil keterangan salah satu peserta calon kepala dusun kepada awak media mengatakan bahwa ceritanya memang bukan kepala desanya yang langsung berbicara, namun kadesnya menyampaikan kepada salah satu anggotanya untuk menyampaikan kepada kami, biaya 10 juta itu untuk biaya administrasi dan membuat baju,”ucap peserta calon Kadus yang enggan disebut namanya di awak media. Senin(7/3) via seluler.
Sementara sekretaris desa juga mengatakan kepada kami,” sebenarnya aku ngak tegah berbicara ini sama kalian (calon kadus-red), tapi ini permintaan kades dan kades yang menyuruh untuk meminta 10 juta kepada kalian.
Namun lanjut Sumber. Tapi Pernyataan sekretaris Desa yang tidak tegah melihat kami, dan mengatakan, “Cobalah kalian jumpai kades langsung, kalau kalian tidak sanggup 10 juta dan minta kurang aja, tapi jangan berbicara kalau saya yang berbicara.”ucap sumber menirukan ucapan sekretaris desa.
” Biaya sebesar 10 juta itu, menurut kaur desanya bahwa dananya sebagian untuk kabupaten juga. Itulah bang yang lebih jelas. Itulah permintaan kepala desanya bang,”ucapnya.
Bahkan calon Kudus juga ada menyampaikan kepada kepala Desanya, “Des kami tidak ada uang sebesar Rp 10 juta, tapi kalau di cicil kami bisa. Kemudian kadesnya menjawab “tak bisa”,ujarnya.
Intinya, sambung sumber. Bahwa dana itu untuk administrasi yang mau diserahkan kekantor Camat dan Kabupaten dan sebagian dananya untuk membuat baju kepala dusun.
”cobalah bang, tanyakan ke kabupaten dinas mana yang penerimaan kepala dusun. Ada ngak pendaftaran kepala dusun dimintai dana administrasi tersebut”pungkas sumber.
Sementara itu, Kepala Desa Citaman Jernih, Lian Lubis saat dikonfirmasi wartawan via seluler membantah dengan adanya meminta biaya sebesar Rp 10 juta untuk para peserta calon kepala dusun.
” Dari mana itu yang minta, ngk ada. Kalau ada yang minta di gas aja,”ucap Kades Citaman jernih.
Namun saat disinggung awak media, apakah Desa Citaman jernih ada penerimaan calon kepala dusun,” Lian Lubis dengan logat kebinggungan mengatakan “tidak ada,”paparnya.
Hal serupa dikatakan Camat Perbaungan, M Fahmi saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku bahwa Kepala Desa Citaman Jernih bilang pencalonan peserta perangkat Desa (Kadus-red) tidak benar, karna tidak ada perekrutan Kadus.
“Kita sudah kontak kades, dia bilang tidak benar, bahkan tidak ada perekrutan kadus,karena kadus nya masih lengkap,tidak ada yg mau diganti,”tulis Camat Perbaungan, M Fahmi saat diminta tanggapan terkait laporan lamaran Kadus ditarif Rp10 juta di Desa Citaman Jernih. Selasa(8/3)
Namun saat disinggung awak media, apakah ada sanksi untuk Kepala desa.
” Apa sanksi yg mau diberi??kalo ada bukti, silahkan aja yg bersangkutan laporkan ke kami,biar kita proses,”ucap M Fahmi
Sambung Fahmi, Kalo hanya ucapan lisan, ya harus bisa dipertanggungjawabkan juga, jangan nanti menjadi fitnah. Fitnah dan pencemaran nama baik pun ada sanksinya bg,’ungkapnya.
Namun saat disinggung kembali awak media, bahwa isi berita sudah jelas dimana Nara sumber berita ada sebutkan Sekretaris hingga kaur desa dalam isi komentar (berita-red) dari sumber.
Mantan Camat Dolok Merawan mengaku meminta bukti rekaman kepada awak media. ” Bisa dikirimkan ke kami bg,”papar
M Fahmi.”pungkasnya (Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *