3 Residivis Kasus Pembakaran Mobil Polisi, Ternyata Jaringan Narkoba, Ini Pengakuan Para Tersangka 

73

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang saat introgasi tiga pelaku pembakaran mobil petugas Polsek Perbaungan,(Foto/timenews.co.id).

SERGAI- timenews.co.id| Tiga pelaku kasus pembakaran mobil personil Polsek Perbaungan yang berhasil ditangkap tim Satreskrim Polres Sergai adalah merupahkan jaringan narkoba, salah satu pelaku adalah target operasi (TO) Polisi.

“Salah satu pelaku adalah Target Operasi (TO) Adi Syahputra alias Puput alias Cakil (33) warga Jalan Masjid lingkungan X Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Sergai,”ucap Kapolres AKBP Robin Simatupang dalam Presss relis di Mako Polres Sergai, Senin (13/9/2021).

Sambung Kapolres. AS alias Puput alias Cakil sudah lama TO Polres Sergai dalam dunia peredaran narkotika jenis sabu
di Kabupaten Serdang Bedagai. Bahkan pelaku juga pernah dihukum di lapas Tebingtinggi dalam kasus narkoba.

Puput alias Cakil adalah otak pelaku pembakaran mobil personil Polsek Perbaungan. Dimana pelaku menyuruh rekannya Sopian Tanjung alias Wendi(33) warga Gg Gunardi Dusun II Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Sergai dengan memberi upah sebesar Rp 5.000.000.

Bahkan ST alias Wendi juga pernah dijerat dalam kasus pencurian yang baru bebas pada tanggal 18 agustus 2021, usai bebas pelaku langsung ditangkap”,jelas Robin.

Sedangkan pelaku M. ikhsan Taufik alias Taufik (26) warga Gq Ali Desa Melati I Kecamatan Perbaungan, Sergai bertugas hanya mengantar tersangka ST alias Wendi untuk survei rumah milik korban yang juga pernah dihukum dalam kasus narkoba.

Sementara otak pelaku Iwan alias Pengger (40) Dusun Gerdu Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai (DPO) adalah otak pelaku dan menyuruh ST alias Wendi untuk melakukan pembakaran,”ungkap Kapolres.

” Pengakuan Tiga Tersangka Jaringan Narkoba “

Usai pemaparan, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang langsung introgasi wawancara ketiga pelaku salah satu pelaku yang cukup terkenal dalam dunia jaringan narkoba inisial AS alias Puput alias Cakil dalam peredaran narkoba di Serdang Bedagai.

“Cakil sudah cukup terkenal dalam sindikat peredaran narkoba di Serdang Bedagai,”sebut Kapolres. Sudah berapa lama bermain narkoba,”tanyak Kapolres

Pelaku Cakil menjawab dengan singkat , 2 tahun pak,”kilah Cakil berbadan tegab.

Sambung Kapolres. Bayangkan 2 tahun edarkan sabu, kamu yang gemuk tapi masyarakat yang hancur,”terang Kapolres dihadapan residivis Cakil asal Tualang.

“Selicin licinya kamu dan sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, itulah kamu”ujar AKBP Robin saat introgasi pelaku Cakil.

Sementara Kapolres Sergai juga melakukan wawancara terhadap tersangka M. ikhsan Taufik alias Taufik.

“Kamu anggota Cakil dan sudah berapa lama,”tanyak Kapolres terhadap pelaku Taufik.

Taufik langsung menjawab,” satu tahun pak,Dan saya hanya supir pribadi dan mengantar pesanan pembeli sabu,’kilah Taufik saat digencar pertanyaan mantan Kapolres Batubara.

Hal serupah dikatakan pelaku Sopian Tanjung alias Wendi dirinya mengaku ikut jaringan narkoba baru setengah tahun bersama pelaku Puput alias Cakil.

” Baru setengah tahun ikut dia pak, biasanya saya ikut Iwan pengger warga Desa Pon,”kilah Wendi

Wendi juga mengaku selama ini ikut memasarkan barang narkotika dirinya mengedarkan di wilayah Sei Bamban, Sei Rampah dan Perbaungan.

“Biasanya saya mengedarkan untuk wilayah Sei Bamban, Sei Rampah dan Perbaungan,”ucap Wendi.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 187 ke-1e,2e Jo 55, 56 dari KUHPidana dengan ancamannya 12 tahun penjara
atau paling lama 15 tahun penjara”,pungkas Kapolres.(sug)