BBM Jenis Solar Langka, Kapal Nelayan Tradisional di Sergai Bersandar di Pesisir Pantai

128
Kapal para Nelayan Tradisional yang ada di Bedagai, tepatnya kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, bersandar di pesisir Pantai akibat kelangkahan BBM jenis Solar.(Foto.timenews.co.id)

SERGAI, timenews.co.id| Akibat Langka Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, membuat kapal milik para Nelayan Tradisional pencari ikan akhirnya bersandar di Pesisir Pantai. Sabtu(23/10).

Informasi yang diperoleh, sepanjang pesisir pantai khususnya di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara tercacat 96 KM, dari mulai wilayah Pantai Cermin, Sialang Buah, Kecamatan Tanjung Beringin hingga Bandar Khalipah merupahkan sebagai pusat pemilik sampan /kapal penangkap ikan yang paling banyak ditemukan di Serdang Bedagai.

Salah satu Nelayan Tradisional, Abdul (38) menuturkan, bahwa nelayan yang pantai cermin kebanyakan memakai sampan kecil dengan mesin diesel 10-12 PK. Hal ini karena terbilang irit bahan bakar karna mayoritas nelayan pergi pagi pulang sore.

” Nelayan hanya perlu sekitar 20-25 Leter, tapi membelinya sangat sulit ditempat pangkalan minyak. Kalau di SPBU atau Galon Solar bersubsidi cuma Rp 5.200-/liter, tapi sekarang diecer sama kami bisa mencapai Rp 7,500,-/liter,”ujar Abdul nelayan tradisional yang juga pemilik sampan.

Sementara itu, Syafaruddin yang akrab disapa Udin Sirip selaku penguasa ikan dan pemilik sampan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu mengatakan inilah yang membuat risau para Nelayan.

” Mau kelaut minyak tak ada, bisa bisa nanti anak dan istri tak makan. Bahkan hutang makin menumpuk di kedai dan warung dan belum lagi teken bon sama toke,”papar Udin Sirip mantan Anggota DPRD Sergai, Jumat(22/10) kemarin.

Menurutnya, fenomena ini tentunya tak boleh dibiarkan berlarut larut. Kalau harga minyak solar naik atau dinaikan oleh oknum oknum untuk keuntungan pribadi, namun akan dampak tentu saja diikuti naiknya harga ikan,”jelasnya.

“Jelas, dari harga minyak BBM Jenis Solar di SPBU sebesar Rp5.200/liter dan kami beli disiniRp7.500/liter dari pengecer, berarti dalam keuntungan perliternya sebesar Rp 2000 lebih. Itupun kalau ada solarnya, dan jelasnya tidak ada kepastian kalau solar ada ditangan pengecer,”ungkapnya.

Sambung Udin. Langkanya solar ini sudah berjalan lewat tiga minggu, sehingga dampaknya banyak nelayan tak bisa kelaut disebabkan BBM jenis Solar sulit diperoleh,”ujar Udin Sirip.

“Hampir merata 30-40 % nelayan di Serdang Bedagai banyak yang tidak bisa melaut mencari nafkah untuk keluarganya,”paparnya.

Ia menambahkan, bahwa hampir merata nelayan menggunakan sampan kecil atau tradisional yang hampir merata pulang hari, karna mesin kapal tidak makan minyak. Tapi. Tapi kalau sampannya besar dan harus membawa seratusan liter jenis BBM Solar setiap akan melakukan aktivitas pergi kelaut . Namun kita lihat banyak nelayan yang tidak melaut.

Jelas,nelayan banyak yang menganggur dan biaya untuk hidup keluarganya juga harus ada. Ini yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah,bagaimana solusinya jika BBM jenis solar tidak ada”,tegas Udin Sirip.

Pengusaha pemilik kapal/sampan di Bedagai,H. Joni Saragih ketika diwawancarai.(Foto/timenews.co.id
Pengusaha pemilik kapal/sampan di Bedagai,H. Joni Saragih ketika diwawancarai.(Foto/timenews.co.id)

Hal senada dikatakan H. Joni Saragih (54) pemilik Jambur atau pengusaha ikan di TPI Bedagai membenarkan apa yang dikatakan Udin.

” Betul itu apa yang dikatakan pak Udin. Lihat berapa banyak sampan di sungai Bedagai ini harus ditambatkan akibat tak ada BBM jenis Solar. Di Bedagai ini lebih seribuan Sampan ada, baik yang besar dan kecil. Kalau tak ada Solar maka berapa ribu orang yang menganggur di daratan,”ujar Joni.

Sambung Joni. Karena kebiasaan dilaut mencari nafkah, sulit nelayan ini untuk merobah pola hidupnya kalau didarat dan inilah fenomena hidup di laut”,jelas Joni Saragih yang sudah puluhan tahun hidup sebagai warga pesisir pantai,”ungkap Joni.

Hal serupa dikatakan Ucok Salut(38) warga Bedagai juga menuturkan yang sama, bahwa selama ini tugasnya membeli minyak diluar Bedagai, sebab Galon minyak atau SPBU di Tanjung Beringin tak cukup memenuhi kebutuhan minyak untuk para nelayan di Bedagai.

Kalau kemarin, sambung Ucok, dengan mengantongi surat keterangan dari Desa atau Kecamatan kita bisa membeli Solar dari SPBU luar Bedagai. Tapi karena minyak solar langka, sementara Nelayan butuh minyak,”pungkas Ucok mengakhiri.

(red)