Dampak Proyek Pembangunan Turap Milik Dirjen Bina Marga Sumut, 1400 KK di Sergai Krisis Air Bersih

342

Pipa gip Air Minum patah dan bergeser belum diperbaiki oleh CV. Datuk Raja Dewa hingga warga mengalami krisis air minum.(Foto/timenews.co.id).

“CV Datuk Raja Dewa Abai dan Lalai”

SERGAI – Dampak Proyek pembangunan turap, talud, bronjong pada ruas jalan Provinsi Simpang Belidaan-Dolok Masihul, Serdang Bedagai milik Dirjen Bina Marga dan Binas Kontruksi Provinsi Sumatera Utara, akibatnya 1400 Kepala Keluarga (KK) warga Sergai krisis air bersih.

Pasalnya, akibat pembangunan proyek turat dengan nilai kontrak 8,3 Milyar milik kontraktor CV Datuk Raja Dewa terkesan ogah memperbaiki pipa Gip UPT Air minum Dinas Tarukim Kabupaten Serdang Bedagai yang rusak akibat pekerjaan tersebut.

“pipa gip berukuran 8 inci patah dan bergeser akibat proyek turap. Kondisi itu sudah mencapai 3 hari. Ironisnya pihak proyek enggan melakukan perbaikan hingga air bersih tidak bisa mengalir ke rumah warga yang mencapai 1400 penerima manfaat dari UPT Air bersih tersebut,”papar Junet Petugas Lapangan UPT Pelayanan air minum Dinas Tarukim Sergai, Sabtu(18/12).

Ia mengaku sangat kwatir jika masyarakat setempat akan murka jika pipa tersebut tidak diperbaiki.

“Saat ini masyarakat sudah tiga hari krisis air bersih, kita kwatir masyarakat marah dan saya berharap pihak CV Datuk
Raja Dewa dapat segera memperbaiki,”terang junet.

Terpisah, Masyarakat sekitar pengguna air bersih mengakui sudah tiga hari mengalami krisis air bersih akibat pipa induk rusak dan patah akibat proyek pembangunan turap, talud, bronjong pada ruas jalan Provinsi Simpang Belidaan-Dolok Masihul, Sergai.

“Sudah tiga hari pak, masyarakat krisis air bersih akibat pipa induk rusak dan patah akibat dampak proyek pembangunan tersebut,”papar warga Desa Belidaan yang enggan disebut nama diawak media dilokasi.

Untuk itu, Kami berharap pihak perusahaan dalam hal ini CV. Datuk Raja Dewa segera memperbaiki, dan kami meminta bapak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk segera menegur pelaksana proyek yang hingga saat ini tidak punya niat untuk memperbaiki,”pungkasnya.

“FKI-1 sebut CV Datuk Raja Dewa Abai dan Lalai”

Menanggapi hal tersebut, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, M. Nur Bawean didampingi Sekretaris Aziz Tanjung mengatakan diduga CV Datuk Raja Dewa di Belidaan – Dolok Masihul abai dan lalai dalam melaksanakan pekerjaan yang Diduga merusak jaringan PAM serta berpotensi merugikan masyarakat pengguna air PAM
dan merugikan Pemkab Serdang Bedagai.

Menurutnya, pengerjaan proyek pembangunan bronjong tersebut
Diduga juga menyalahi ketentuan spesifikasi teknik yakni melakukan Pengecoran semen dengan cara manual ridak menggunakan mesin molen,”papar M. Nur.

” Dinilai saat ini pembangunan Bronjong CV Datuk Raja Dewa tersebut berdampak kurang baik terhadap masyarakat yang ada ditepi badan jalan khususnya Jalan belidaan hingga anjlok atau longsor saat banjir. Sehingga tidak ada upaya dari CV Datuk Raja Dewa melakukan Penimbunan jalan,”pungkasnya.

Hasil pantuan kru awak media, terlihat pipa yang berukuran 8 inci terlihat patah dan rusak bahkan sebagian pipa Gip air minum mengeluarkan air bersih yang sia sia.(Sugi)