Darma Wijaya: Kader Posyandu Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan untuk Ibu Hamil dan Balita

33

Bupati Darma Wijaya saat membuka Pelatihan Kader Posyandu Se-Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2021 yang digelar secara langsung dan virtual di Aula Sultan Serdang serta Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (27/9/2021).(Foto/timenews.co.id).

SERGAI, timenews.co.id|Bupati Darma Wijaya mengatakan sebanyak 30 persen dari jumlah anak di Kabupaten Serdang Bedagai mengalami stunting. Kasus stunting ini menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia khsususnya di kabupaten ini.

Tingginya kasus ini kader posyandu merupakan mitra pemerintah sebagai garda terdepan mewujudkan salah satu sapta dambaan yakni masyarakat yang sehat dan religius, diharapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan balita dengan baik.

Hal itu dikatakan Bupati Darma Wijaya saat membuka Pelatihan Kader Posyandu Se-Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2021 yang digelar secara langsung dan virtual di Aula Sultan Serdang serta Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (27/9/2021).

“Ada 30 persen angka kasus stunting dari jumlah anak yang ada di Serdang Bedagai ini. Padahal, Serdang Bedagai di sini potensi alamnya bagus, laut yang luas dengan potensi ikannya, peternakan ayam menghasilkan telur. Jadi kenapa stunting tinggi? Bisa jadi karena ketidakseriusan dan pembiaran saat hamil, dengan tidak mengonsumsi makanan bergizi,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, keberhasilan program pembangunan daerah ini sangat bergantung dari kapasitas dan kapabilitas para kader, dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Mengingat, strategisnya peranan kader posyandu, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM para kader melalui berbagai kegiatan, salah satunya pelatihan ini.

“Kepada Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Serdang Bedagai, kami ucapkan terima kasih yang selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam rangka memberdayakan masyarakat menjadi lebih Mandiri, Sejahtera dan Religius (Maju Terus).

“Semoga para kader yang ikut pelatihan dapat menjalankan dengan baik posyandu di setiap desa/kelurahan, sehingga kualitas pelayanan posyandu semakin meningkat,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Serdang Bedagai, Rosmaida Darma Wijaya, menjelaskan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para kader dari sisi akademis dan teknis. Sebab, kader merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan di posyandu.

“Kita bersama-sama berupaya untuk menurunkan angkat kasus stunting yang dimulai dari 1.000 hari masa kehamilan. Saya turun ke beberapa pelaksanaan posyandu di beberapa kecamatan untuk melihat langsung, bagaimana ibu hamil dan balita mendapat pelayanan kesehatan yang baik di posyandu,” jelasnya.

Keberadaan kader sangat penting dan strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai perpanjang tangan puskesmas dalam memantau tumbuh kembang anak, kader harus berperan aktif dalam menciptakan generasi muda yang lebih produktif.

“Peningkatan kapasitas kader posyandu penting untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu, sehingga diharapkan ke depan pelayanan lebih baik,” sebutnya.

Pemerintah dan TP PKK Kabupaten Serdang Bedagai berharap, dari pelatihan ini para kader tugas dan fungsinya. Pengetahuan dan keterampilan bertambah dalam mewujudkan pencapaian visi Kabupaten Serdang Bedagai Maju Terus.

Pada kegiatan pelatihan itu Ketua Panitia sekaligus Ketua GOPTKI Serdang Bedagai, Aini Zetara Adlin Tambunan, menerangkan ada 150 kader posyandu se Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai yang ikut pelatihan ini.

Turut hadir juga Marina Simanjuntak selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, Wahdini selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Serdang Bedagai, Ketua DWP Serdang Bedagai, Uke Retno Faisal Hasrimy, dan kader PKK lainnya.*