Diduga Alami Depresi, Di Tapsel Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri Dipohon Jengkol 

0
117

Personil Polsek Batangtoru langsung turun lokasi meninggal korban Areli Gulo dalam kondisi dengan cara gantung diri di pohon jengkol(ist)

TAPSEL, Timenews.co.id| Warga Masyarakat Kampung Baru, Kelurahan Rianuare, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan(Tapsel), Sumatera Utara, mendadak heboh.

Pasalnya, Seorang pria ditemukan warga dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon jengkol milik warga. Atas kejadian tersebut Polsek Bhabinkamtibmas Batang Toru langsung gerak cepat menuju lokasi. Senin(31/1) sekira pukul 09:30WIB.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat mengalami depresi akibat ditinggal sang istri yang terlebih dahulu meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Informasi yang diperoleh, korban diketahui bernama Areli Gulo(32) seorang petani pekebun warga Kampung Baru, Keluarahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar, Ade Lubis(49) dan Kamaluddin Harahap (31). Kedua menemukan korban dalam kondisi leher terikat tali nilon di pohon jengkol, akibat kejadian tersebut kedua saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek batangtoru.

Kapolsek Batang Toru AKP Tona, S dalam laporannya mengatakan Bermula dari laporan masyarakat diterima Bhabinkamtibmas Polsek Batang Toru Bripka Lamsar Sembiring, adanya seorang pria dewasa yang posisi lehernya tergantung seutas tali di sebatang pohon, Senin (31/1/2022).

Atas laporan tersebut, personil langsung gerak cepat dilokasi kebun milik Derliana Harahap, di Lingkungan VII Baringin, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Sangkunur, Kabupaten Tapsel,” AKP Tona, S

Dari olah TKP, setelah laporan masyarakat setempat dan dua orang saksi Ade Lubis (49 Tahun) dan Kamaluddin Harahap (31 Tahun) , personil menemukan korban Areli Gulo sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terikat nilon di pohon jengkol.

“Wajah korban menunduk dan memaling ke arah kiri, bibir tertutup dan gigi rapat, hidung keluar darah dan tangan mengepal, kedua kaki tidak sentuh tanah, dan disamping pohon tempat korban menggantung ada sepasang sepatu,”kata Kapolsek.

Diluar TKP, hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Sangkunur disaksikan pihak keluarganya korban mengalami luka lebam di sekeliling leher, alat kelamin mengeluarkan sperma dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.

“Dugaan sementara korban bunuh diri diakibatkan mengalami depresi sepeninggal isterinya Rohani Telaumbanua yang dikabarkan meninggal akibat gantung diri pada Rabu 3 Maret 2021 silam juga di kebun masyarakat milik Gerhat Manullang di Lingkungan III Aek Tarutung, Keluarahan Sangkunur Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Setelah hasil visum, pihak kepolisian menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan menyatakan tidak keberatan atas kejadian itu,” pungkas Kapolsek AKP Tona S(Sugi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini