Dikasih Permen dan Bermain Tik-tok, Diduga Bocah 5 Tahun di Serdang Bedagai Dicabuli 2 Pria Tak Dikenal

47

Ilustrasi (red)

SERGAI-timenews.co.id| Dugaan Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kembali terjadi.

Kejadian dialami bocah usia 5 tahun sebut mawar warga Kecamatan Pegajahan. Diduga korban menjadi pencabulan terhadap 2 pria tak dikenal.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Serdang Bedagai, Tugimin mendampingi kasus dugaan pencabulan korban menceritakan kronologis awal kejadian tersebut.

“Awal mula kejadiannya, ibu korban ikut kerja berondol sawit, sedangkan ayah korban penyandang disabilitas, jadi anaknya ini bemain-main sendiri di belakang rumahnya,” ujar Tugimin, Senin (6/9/2021) kepada timenews.co.id.

Kejadian dugaan pencabulan ini terjadi pada, Kamis (3/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut pengakuan korban, saat dirinya sedang bermain, kemudian ia dibawa dengan dua orang pria dan di kasih permen, begitu juga di kasih hp untuk bermain Tik-Tok. Gak lama langsung dibawa si korban dengan menggunakan sepeda motor pelaku,” ujar Tugimin.

Lanjut Tugimin, saat ditanyai sepeda motor berjenis apa, korban tidak mengetahuinya.

“Kita paksakan jenis sepeda motor apa, dia enggak tau masih anak-anak juga kan. Cuma dia tau warnanya, warna biru. Saat itu korban sedang berada di belakang rumah sedang main-main,” ujar Tugimin

Sementara itu, informasi yang diperoleh, lokasi yang dijadikan tempat dugaan pencabulan korban, tidak jauh dari pemukiman warga, hanya saja berada di kawasan kebun-kebun.

“Korban berbonceng tigalah bersama dua orang pelaku, korban di bonceng di tengah,” ujar Tugimin menceritakan kronologis keterangan korban.

“Jadi sekitar pukul lima sore lewat, korban sambil jalan pulang menangis. Jadi ibu korban bertanya dan melihat kelamin korban sudah berdarah,” sambungnya.

Setelah itu, korban dibawa ke klinik. Begitu juga dengan orangtua korban yang bergegas melaporkan kejadian ini ke kepala dusun.

Jadi alhasil, korban dibawa berobat ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi, setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sergai.

“Hari ini, korban sudah menjalani visum,” ujar Tugimin.

Saat ditanyai wajah pelaku, Tugimin menambahkan, bahwa korban sama sekali tak mengenali kedua orang pelaku tersebut.

“Korban hanya bisa mengatakan bahwa pelaku perutnya buncit, dan sepeda motor pelaku berwarna biru,” ujar Tugimin.

Disinggung bagaimana dengan psikologi korban, ketua LPA Sergai ini menegaskan, kondisinya baik-baik saja.

“Alhamdulillah kuat, saya datang bersama tim, korban masih bisa bermain-main, gak down,” ujar Tugimin.

Tugimin selaku pendamping korban, berharap kepada Polres Sergai melalui Unit PPA segera menangkap pelaku. Dan ia juga berharap Unit PPA Polres Sergai segera bergerak cepat.

“Karena kita dari lembaga, hanya bisa mendampingi korban, agar psikisnya atau masa depannya tidak terganggu. Saya juga sempat bertanyak kepada masyarakat disekitaran rumah korban, tidak mengetahui pelaku,” tutup Ketua LPA Sergai, Tugimin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Deny Indrawan Lubis, saat dikonfirmasi, akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Nanti saya cek dulu ya laporannya,” singkat Deny.