Dilarang Masuk di Pekan Lelo Berakhir Ricuh, Sekelompok Pedagang Siram Oli dan Wipol dan 4 Petugas Satpol PP Sergai Luka

5198

Sekolompok Pedagang Pekanlelo melakukan penyiraman Oli dan Wipol ke kaca mobil yang di hadang petugas Satpol PP Sergai.(Foto.timenews.co.id).

SERGAI-timenews.co.id| Miskipun sudah ada larangan dan sudah diberikan lokasi yang sudah disediakan oleh Pemerintah, namun para pedagang tetap menerobos memasuki lokasi pekan Lelo di Dusun X Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Alhasil, puluhan para Pedagang
dengan petugas Satpol PP Serdang Bedagai, Minggu (17/10/2021) sekira pukul 11:00WIB, berakhir ricuh, dalam kejadian tersebut 4 petugas Satpol PP terluka.

Pantuan awak media dilokasi, Miskipun dijaga puluhan Petugas Satpol PP Serdang Bedagai, namun kendaraan para pedagang tetap menerobos kearah petugas penegak perda, sehingga terjadi saling dorong mendorong.

Dilokasi para pedagang terlihat mendorong dari bagian belakang mobil yang bermuatan dangangan, sedangkan petugas Satpol PP Sergai mendorong dari bagian depan untuk tidak masuk dilokasi yang sudah dilarang.

Ironisnya, terlihat sekolompok pedagang melakukan aksinya menyiram dengan menggunakan Oli. Sedangkan pedagang seorang wanita menyiramkan dengan mengunakan Wipol kearah kaca mobil milik pedagang yang sudah dihalang petugas Satpol PP.

Dalam peristiwa tersebut, baju milik petugas Satpol PP berubah menjadi  berwarna kehitaman. Sedangkan 4 personil Satpol PP Sergai mengalami luka.

Adapun Empat petugas Sat Pol PP terluka adalah M. Arif Lubis, Riky Pratama, Ibrahim Siregar dan Jon Hendri Saragih, ke empatnya mengalami luka di bagian tangan akibat di tabrak kendaraan pedagang, bahkan beberapa petugas sat Pol PP juga mengalami terkilir dan memar pada kaki dan tangan.

Ironisnya lagi, seorang petugas Sat Pol PP seorang Wanita mengalami pelecehan di lokasi pekan lelo milik tanah pribadi tersebut.

Menanggapi hal ini, Kasi Penegak Perda Dinas Sat Pol PP Kab Sergai, Ewin Ginta Tarigan mengatakan empat petugas Sat Pol PP terluka akibat di tabrak kendaraan pedagang. Sat Pol PP kab Sergai lanjut Ewin bertugas menjalankan perda yang tidak memiliki izin.

” Dilokasi pekan lelo kita menghimbau pedagang ke pasar rakyat yang sudah di sediakan oleh pemerintah begitu juga sudah dilakukan mediasi berulang kali” papar Ewin.

Dinas Sat Pol PP kata Ewin tetap melakukan penutupan di pekan lelo yang tidak memiliki izin dan pindah ke pasar Sei Rampah, kita tetap menjalankan tugas dan tidak akan terprovokasi, namun jika melanggar hukum kita akan proses melalui hukum,”ungkap Ewin.

Pasar Lelo dikatakan Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab Sergai Roy S Pane tidak memiliki izin. Dari hasil pengkajian oleh dinas lingkungan hidup. Lokasi tersebut tidak layak. Tidak memiliki pengolahan limbah, dan berdiri di lokasi tanah pribadi tidak memiliki toilet umum.

Pihak Pemkab Sergai guna menata kota lebih baik. Telah merelokasi pedagang ke pusat pasar Sei Rampah tanpa di Bebani biaya sewa maupun retribusi. Bahkan Pemkab Sergai menyediakan tenda untuk pedagang.

” Setatus lokasi pedagang lelo tidak memiliki izin, dan itu melanggar Perda nomor 7 tahun 2018. Sebelumnya sudah dilakukan mediasi hingga 11 kali mediasi namun sebagian pedagang tetap datang kelokasi pekan lelo”tegas Ewin.

Terpisah, Sekretaris Disperindagsar Kabupaten Serdang Bedagai, Roy Sitorus Pane mengatakan, ada Perda Kabupaten Serdang Bedagai Nomor 7 tahun 2018 tentang pembinaan dan penataan pasar rakyat dan pusat perbelanjaan.

Dalam perda tersebut, disebutkan bahwa pasar rakyat harus memiliki izin pengelolaan pasar rakyat. “Pasar Lelo ini sampai sekarang belum memiliki izin, tidak ada izinnya,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini Pemkab Serdang Bedagai sedang giat melakukan penataan, khususnya di Sei Rampah sebagai ibu kota Kabupaten.

“Untuk menampung pedagang,
kita menyiapkan tempat relokasi sementara di pasar rakyat Sei Rampah,” ujarnya.

Menurut dia, pasar rakyat Sei Rampah memiliki fasilitas pendukung, seperti tempat penampungan sampah, toilet umum, tempat ibadah, ada ruang kesehatan, ruang ibu menyusui dan memiliki halaman parkir.

“Sementara pasar lelo, di samping tidak tidak memiliki izin, terkesan kumuh, tidak memiliki fasilitas pendukung dan berada di sekitar Jalinsum yang dapat mengganggu arus lalu lintas,”tegas Roy.