DPO Kejati Kalteng Diringkus Tim Tabur Dugaan Tindak Pidana Hasil Hutan Tanpa Dokumen

128

Tim Tabur Kejagung dan Kejati Jawa timur Amankan DPO terpidana Kejati Kalteng.(ist)

JAKARTA, Timenews.co.id|Tim tabur Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Jawa timur berhasil mengamankan buronan yang merupakan DPO dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dalam dugaan hasil hutan tanpa dokumen yang sah. Sabtu (19/2) sekira pukul 19:00WIB.

” Penangkapan tersangka terkait dugaan tindak pidana menyuruh, melakukan dan turut serta melakukan pengangkutan, menguasai atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan” yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin(21/2).

Adapun terpidana yang diamankan HH alias Aseng Bin Hermawan(71)
warga jalan Brokoli V No. 02 Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Penagkapan terpidana berdasarkan
Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 854 K/Pid.Sus-LH/2018 tanggal 30 Juli 2018, terpidana HH Alias Aseng Bin Hermawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “Menyuruh, Melakukan, dan Turut Serta Melakukan pengangkutan, Menguasai atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan.

Atas perbuatannya, Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila tidak membayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.”papar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

” Terpidana HH alias Aseng Bin Hermawan diamankan diamankan di Kuwukan Garuda Kav. Ramayana No. A1 – A2 Kelurahan Lontar RT. 07 RW. 06 Kecamatan Sambi Kerep Kota Surabaya, Jawa Timur,”ungkapnya.

Bahkan ketika dipanggil sebagai terpidana oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sehingg terpidana akhirnya berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung, dan selanjutnya terpidana segera dibawa menuju Kalimantan Tengah guna dilaksanakan eksekusi.”pungkasnya(sug).