dr Salomo Sebut Wartawan Sergai Semua Bisa Dibayar. Ketua IWO Sergai: Statemen Seorang Dokter Sangat Menyinggung Perasaan Seluruh Wartawan

113

Ketua IWO Sergai, Zohari(ist)

SERGAI, Timenews.co.id| Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Serdang Bedagai sangat menyayangkan statemen seorang dokter yang terkesan Asbun (Asal bunyi), tanpa menjelaskan wartawan mana yang bisa dibayar dalam konteks apa.

Pernyataan dr. Salomo ini jelas menyinggung perasaan wartawan di seluruh Indonesia. Sebab, beliau yang ke seharian bekerja sebagai dokter, semestinya bijak dalam memberikan komentar dan tanggapan, jangan menimbulkan ketersingungan terhadap profesi wartawan,” ucap Ketua IWO Sergai, Zuhari saat di konfirmasi terkait hal ini, Senin(21/2) siang.

“Kita berharap beliau dapat menarik statemennya terkait ” wartawan Sergai semua bisa dibayar” dan meminta maaf kepada seluruh wartawan lewat media massa, baik itu surat kabar maupun media online,”tegas Zuhari.

Selain itu, kita sarankan beliau untuk tidak mengulangi perbuatannya yang Asal bunyi
saja. Sambung Zuhari. Bicara lah sesuai fakta sebagaimana beliau menjalankan tugasnya sebagai dokter,”ujarnya.

Ia menambahkan. Dokter maupun tim medis itukan kalau ingin tahu penyakit pasien tentunya diperiksa dengan keilmuan yang dimilikinya dan mempergunakan alat medis, baru dokter memberi tahu maupun membeberkan penyakit pasien sesuai hasil pemeriksaan bukan hasil hayalan dan lamunan.

Nah, kita berharap beliau tidak menyudutkan profesi wartawan dan menghakimi wartawan tanpa bisa memberikan bukti yang jelas,”tegas Zuhari.

Sambung Zuhari. Pernyataan beliau itu sudah termasuk dalam kategori penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan. Jika dr. Salomo tidak meminta maaf, bisa saja wartawan yang bertugas di Berbagai Kabupaten/kota di Indonesia membawa masalah ini ke ranah hukum.”pungkas Zuhari

Seperti diberitakan sebelumnya,
dr Salomo yang menjabat sebagai pertanggungjawaban di laboratorium mengatakan bahwa Pegawai RSUD Sultan Sulaiman hampir 60 persen terpapar covid-19, makanya saya tidak masuk kerja, biasanya kalau sudah hampir 60 persen rumah sakit tersebut wajib tutup itu standarnya, ditambah lagi tidak ada publikasi soal ini, ya gimana wartawan Sergai semua bisa dibayar,” sebut Salomo di depan umum.

Merasa tersinggung dengan percakapan tersebut, salah satu jurnalis merasa tersinggung dengan sikap pernyataan oknum ASN tersebut.

“Karena info ini senyap semua, sudah sering kali aku bilang gitu sering kalipun, karena wartawan Sergai sudah dikop semua oleh penguasa,” sebut Salomo.

Namun saat dicecar pertanyaan, siapa penguasa tersebut, Salomo hanya menjawab diplomatis.

Enggak usah kubilang lah itu, karena setiap ada masalah, senyap, setiap ada info juga senyap,” papar Salomo.

Dia lantas membedakan wartawan selama dirinya bertugas sebagai dokter di 3 kabupaten seperti Batubara, Serdang bedagai dan Simalungun.

“Kalau di sana seru dia, berita itu seru, kalau di kampungku ini diam diam aja,” kata Salomo menjawab pertanyaan awak media.

Namun saat disinggung terkait data pegawai RSU Sultan Sulaiman yang hampir 60 persen terpapar covid-19, dia menyampaikan, hasil Tes PCR dari 398 orang terdiri ASN dan honorer pada Jumat (18/2) sekira pukul 16.00, sebanyak 12 orang, Sabtu (19/2) sebanyak 6 orang dan 2 orang pasien positif. “Pada Minggu (20/2) sebanyak 12 orang,” kata Salomo.

Setelah dicek data tes hasil PCR, dirinya langsung meminta kepada awak media untuk meralat jumlah pegawai RSUD Sultan Sulaiman terpapar covid-19, bahwa jumlah semuanya hanya 30 persen bukan 60 persen.

“Untuk masalah tutup rumah sakit, itu anti biologi atau SKM yang menyampaikan bilang tutup atau tidak tutup,” ucap Salomo yang sebelumnya sudah menyampaikan RSUD Sultan Sulaiman wajib ditutup,”pungkasnya.(Sugi)