Dugaan Penggelapan Uang Deposit Senilai Rp 861Juta, Mantan Karyawan Bank Sumut Dituntut 30 Bulan Penjara

77

Situasi mantan Karyawan Bank Sumut dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra 3 PN Medan, Kamis (4/11/2021).(dok.gosumut)

MEDAN – Mantan karyawan Bank Sumut, Jojor Anita Oktariani Sitorus (33) dituntut 30 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Terdakwa Jojor Anita dinilai terbukti melakukan dugaan penggelapan uang deposit senilai Rp681 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haslinda Hasan, menuturkan perbuatan terdakwa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebahagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.

“Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan terdakawa Jojor Anita Oktariani dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan penjara,” kata jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Aimafni Arli dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra 3 PN Medan, Kamis (4/11/2021).

Menurut jaksa, perbuatan warga Taman Setia Budi Indah Blok LL, No 05, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal ini, sebagimana diatur dan diancam Pidana dalam pasal 372 KUHPidana.

Sedangkan dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa karena telah merugikan korban senilai Rp681 juta.

“Hal yang meringankan, bersikap sopan dan belum pernah dihukum,” kata jaksa.

Demikian, setelah mendengarkan nota tuntutan jaksa, majelis hakim yang diketuai Aimafni Arli menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda pembelaan dari terdakwa (pledoi).

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa menjelaskan saksi Robinson Sitorus menginvestasikan uangnya dalam bentuk deposito dengan jangka waktu yang beragam dengan sistem perpanjangan ARO melalui terdakawa di Bank Sumut senilai Rp1,567 miliar.

Namun berjalannya waktu, terdakawa membeli 1.000 gram emas menggunkan uang milik saksi korban tanpa sepengatahuan dan tanpa seizin senilai Rp681 juta sesuai bukti foto bon faktur.(red)

Sumber: GoSumut