Gubsu Setuju kata Bupati Darma Wijaya, Banjir bukan Tempat Jadi Tontonan Bawak Beras dan Mie Instan Tapi Butuh Penanganan Banjir 

43

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan, Kapolres Sergai AKBP dr. Ali Machfud  menerima kunjungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Kasdam Bukit Barisan Brigjend TNI Purwito Hadu bersama rombongan di posko pengungsian di bantaran Sungai Sei Rampah.(Foto.sugi/timenews.co.id).

SERGAI- Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Kasdam Bukit Barisan Brigjend TNI Purwito Hadi Whardono dan Kasatker Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Jintho Lumbanbatu meninjau posko pengungsian korban banjir di bantaran sungai belutu atau sungai sei rampah di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (18/11/2021).

Dalam kunjungan tersebut Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan, Kapolres Sergai AKBP dr. Ali Machfud langsung menerima kunjungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi beserta rombongan.

Bupati Darma Wijaya dihadapan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi beserta rombongan menyampaikan bahwa masyarakat khususnya yang terdampak banjir sudah mendapatkan bantuan bahan kebutuhan pokok.

Sehingga bantuan serupa berupa beras, mie instan dan lainnya tidak lagi dibutuhkan warga. Justru langkah kongkrit penanganan banjir adalah hal yang paling dibutuhkan warga agar banjir tidak kembali terulang,”ujar Bupati Darma Wijaya

Bupati Darma Wijaya juga menjelaskan bahwa tahun ini Serdang Bedagai melakukan pengerukan sedimen atau pendangkalang sungai belutu atau sungai sei rampah sepanjang 1,5 kilometer.

“Namun langkah itu masih sangat kurang untuk mengatasi banjir, karena terjadi sedimen sungai dan penyempitan sungai sepanjang 33 kilometer dari hulu ke hilirnya,”ungkap Bupati.

Selain itu banjir di tahun ini tergolong cukup parah karena mirip banjir seperti 20 tahun lalu. Banjir juga diperparah karena naiknya air laut (banjir rob) sehingga aliran air tidak lancar.

“Ini kerjadian terparah setelah 20 tahun yang lalu. Laut tidak lagi bisa menampung sehingga liran air tertahan di Kecamatan Tanjung Beringin dan meluap ke pemukiman warga, diperparah dengan intensitas curah hujan yang tinggi memperparah keadaan,”jelasnya.

Bersama Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, Bupati Darma Wijaya pun meyakini bahwa masalah ganti rugi lahan untuk memperlebar dan mempertinggi tanggul sungai akan dapat diselesaikan dengan segera sehingga tahun depan, normalisasi sungai dan planing pengerjaan sungai sei rampah dapat segera berjalan.

“Persoalan ganti rugi lahan akan kami selesaikan. Karena memang rakyat menginginkan itu dan ia yakin itu segera selesai,”tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa pengerjaan akan dilakukan tahun depan. Sedimen sungai dan normalisasi akan mulai dikerjakan tahun depan.

“Tahun lalu saya datang kemari juga banjir. Saya setuju kata bupati. Banjir bukan jadi tempat tontonan. Kalo kita hadir nonton bawa mie instans bawa beras itu gak selesaikan masalah. Kita akan segera selesaikan masalah ini,”tegas Gubernur.

Iapun meminta agar Bupati segera menyelesaikan masalah ganti rugi lahan sehingga pengerjaan dapat segera dilakukan.

“Pak Bupati sudah tentang ganti rugi lahan. Usai surut kita langsung kerja. Saya minta diselesiakan persoalan ini. Kasihan petani terganggu. Kasihan orang kerja juga terganggu. Saya minta semua pihak berkoordinasi dengan ketat, setelah itu laporkan kepada saya,”tandasnya.

Lebih lanjut Kasatker Operasi dan Pemeliharaan SDA BWS Sumatera II Jintho Lumbanbatu mengatakan pihaknya sudah mendesain dari hulu hingga ke hilir.

“Larap dan Amdal sudah ada. Ini sudah di programkan. Masalahnya selama ini ganti rugi lahan. Tahun depan ada perbaikan tapi spot per spot. Sedimentasi dan pelebaran sungai tahun depan akan kami kerjakan,”jelasnya.

Sesuai dengan desain, penanganan akan dilakukan dengan cara meninggikan tanggul hingga 2 meter dengan mendatangkan tanah timbun dari luar.

“Tanah timbunan yg didatangkan. Bukan tanah kerukan yang didatangkan. Konstruksi sudah disiapkan kementrian. Kalo gak ditinggikan tanggul masih akan banjir. Sesuai dengan desain kita tanggul ditinggikan banjir tidak ada lagi,”jelasnya.

“Kita yakin setelah permasalahan ganti rugi lahan selesai kita akan segera mulai pengerjaan,”tandasnya.

Usai menyapa pengungsi di posko pengungsian bantaran sungai Belutu atau sungai Sei Rampah, Gubernur dan rombongan bertolak ke Mapolres Serdang Bedagai untuk melihat kondisi banjir menggunakan Helikopter P-3203.

Bersama Gubernur, Kapolda, BWS, dan Kasdam, Bupati meninjau banjir dari atas sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.(Sugi)