HNSI Sergai Gelar Vaksinasi Massal 300 Nelayan

37

Polres Sergai Bersama HNSI Serdang Bedagai saat mengelar vaksinasi Massal di Aulah Romantis, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Kamis(15/9).(Foto.istimewa).

SERGAI-timenews.co.id| Polres Sergai bersama DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Serdang Bedagai Sumatera Utara menggelar vaksinasi massal 300 Nelayan bertempat di Aula Pantai Romatis, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kamis(15/9).

Dalam vaksinasi massal ratusan nelayan sangat antusias untuk mendapatkan vaksin dengab melakukan pembatasan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Kapolres Sergai,AKBP Robin Simatupang SH MHum menuturkan bahwa vaksin ini aman, halal dan berkualitas.

“Jadi bapak dan ibu tidak usah khawatir, vaksin ini tidak hanya dilaksanakan disini saja tetapi dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia,”jelas Kapolres Sergai.

“Tujuan vaksin Covid-19 adalah untuk membentuk herd imunity bagi masyarakat,”sebut mantan Kapolres Batubara.

Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada Polres Sergai dan HNSI Sergai karena berhasil melakukan vaksinasi terhadap Nelayan secara massal.

“Saya apresiasi Polres Sergai dan DPC HNSI yang pertama melaksanakan vaksin di Sumut, semoga ini menjadi inspirasi bagi DPC HNSI lain untuk melakukan hal yang sama,”jelasnya.

Hal serupa dikatakan, Ketua DPC HNSI Sergai H.Jamaluddin yang akrab dipanggil Syaiful Amri,SH mengatakan, warga yang mendapat vaksin adalah Nelayan dan Petani dari Desa Nagalawan dan Sei Buluh serta Lubukrotan.

“Setelah ini kegiatan vaksin selanjutnya akan kita laksanakan di empat Kecamatan yakni Kecamatan Pantai Cermin,Teluk Mengkudu,Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah,” katanya.

Selain mendapat vaksin, 300 peserta juga mendapat bantuan berupa satu karung beras ukuran 5 Kg yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian,”ungkap Syaipul Amri.

Kadis Kesehatan Pemkab Sergai diwakili Kabag Dr H Helmi NI Sinaga, AMKes menjelaskan, pihaknya menyediakan sebanyak 300 dosis vaksi.

“Awalnya kami sediakan 150 dosis belakangan karena permintaan sangat banyak kita tambah menjadi 300 dan itupun belum cukup. Rencananya yang tidak dapat divaksin hari ini akan kita prioritaskan pada waktu berikutnya,” kata Helmi.

Ditambahkan, gejala vaksin biasanya ada seperti demam. Namun itu hanya proses yang lambat laut akan pulih.

“Jangan takut karena kalaupuada yang mengatakan meninggal karena vaksin itu hoax dan tidak perlu di perhatikan,”tandasnya.(sug)