Hore !! Salah Satu Program Dambaan Terwujud. “Polmed Akan Mendirikan Kampus di Sergai”

215

Bupati Sergai H Darma Wijaya terima kunjungan program pembangunan Polmed Kampus Sergai oleh Direktur Polmed, Abdul Rahman, bersama Wakil Direktur I Bidang Akademik, Roslina, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, M Rikwan E.S Manik, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Delisma Siregar dan Wakil Direktur IV Bidang Kerja sama, Ing Heru Pranoto, di Ruang Rapat Bupati, Kamis (30/9/2021).(Foto/istimewa).

SERGAI-timenews.co.id| Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendukung rencana Politeknik Negeri Medan (Polmed) untuk membangun kampus di Sergai.

Sebab, rencana itu sesuai dengan salah satu program tujuh sapta dambaan yakni Sekolah Mantab (Mandiri, Terampil, Asri dan Berkualitas).

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Sergai, Darma Wijaya, usai mendengarkan paparan program pembangunan Polmed Kampus Sergai oleh Direktur Polmed, Abdul Rahman, bersama Wakil Direktur I Bidang Akademik, Roslina, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, M Rikwan E.S Manik, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Delisma Siregar dan Wakil Direktur IV Bidang Kerja sama, Ing Heru Pranoto, di Ruang Rapat Bupati, Kamis (30/9/2021).

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kita tetap semangat dan tidak menyerah akan pendidikan. Saya mendukung program ini (pembangunan Polmed Kampus Sergai). Karena ini sesuai dengan visi Kabupaten Sergai Maju Terus dan tertuang dalam sapta dambaan salah satunya Sekolah Mantab,” kata bupati.

Sebelumnya, Direktur Polmed, Abdul Rahman melalui Wakil Direktur IV Bidang Kerja sama, Ing Heru Pranoto, menjelaskan rencananya Polmed Kampus Sergai akan dibangun di Desa Matapao, Kecamatan Sei Rampah, tepat di pintu masuk Tol Teluk Mengkudu. Kampus tersebut menjadi Polmed Kampus Sergai.

Adanya pembangunan gedung baru dilatarbelakangi, daya tampung mahasiswa per tahunnya hanya 2.000 mahasiswa. Padahal setiap tahun jumlah pendaftar mencapai 19.000 orang, sehingga perlu peningkatan student body.

“Ada juga pertumbuhan jumlah program studi sejak 1982-2021. Selain itu, lokasi masih berada di dalam Kampus USU dan tidak dapat dikembangkan lagi serta orientasi kampus berbasis industri sangat perlu laboratorium dan bengkel pendukung dengan pengbanhan teaching factory,” ujarnya.

Menurut Heru, ada permasalahan perlunya rencana lahan baru dan kampus baru Polmed. Pertama, karena tuntutan perkembangan teknologi perlu adanya pengembangan program studi baru yang relevan dengan industri.

Kemudian, pembatasan jumlah pendidikan tinggi (PT) untuk meningkatkan kualitas, tetapi dituntut peningkatan daya serap PTN khususnya PTN Vokasi. Pertumbuhan angka lulusan SMA/SLTA yang butuh studi lanjutan di bidang vokasi dan membutuhkan peningkatan angka partisipasi publik PTN.

“Tuntutan tenaga kerja terampil oleh industri harus didukung SDM yang berkualitas, serta keterbatasan lahan untuk dapat pengembangan kampus,” sebutnya.

Dijelaskan Abdul Rahman kembali, dipilihnya Kabupaten Serdang Bedagai sebagai alternatif I pengembangan kampus, dinilai sangat strategis karena tidak jauh Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, sesuai informasi data tersebut, rencana lokasi pembangunan di lahan 100 hektare (Ha) yang status kepemilikannya HGU PTPN III dan berdampingan dengan perencanaan perkantoran Kabupaten Sergai serta akses jalan antar provinsi.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Sergai untuk bisa membantu dalam proses pelepasan lahan untuk pembangunan Polmed Kampus Sergai tersebut. Status lahan clean & clear yang tidak dalam sengketa risiko hukum.

“Nantinya jika sudah berdiri perguruan tinggi, pasti akan banyak multi player efeknya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sergai. Memberikan dampak pertumbuhan ekonomi secara mikro dan makro serta perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dari paparan tersebut, Bupati Darma Wijaya menyambut baik pembangunan kampus Polmed. Ia pun meminta Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Serdang Bedagai, Nina Deliana, Kadis Pendidikan, Suwanto dan Bappeda untuk mulai membantu pengurusan izin pembangunan dan lahan.

Meski diakuinya kendala terjadi di proses pelepasan lahan. Begitu pun, ia akan maksimal mengupayakan agar rencana program ini bisa berjalan.

“Sebenarnya lahan yang ditunjuk ini sangat strategis. Tapi memang semuanya kendala di lahan. Ada banyak alternatif lahan memang, seperti di Kecamatan Perbaungan lahan yang juga bisa di bangun kampus. Tapi kita akan upayakan membaantu dahulu lahan yang ditunjuk ini,” jelasnya.**