Kajatisu Mulai Lakukan 2 Penyelidikan Kasus Tanah yang Memenuhi Kualifikasi Tindak Pidana Korupsi

25

Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu).(dok.tangkapan/lg)

JAKARTA- Menindaklanjutiyanv perintah Jaksa Agung Republik Indonesia terkait Pemberantasan Mafia Tanah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) merespons cepat dengan mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan terhadap 2 (dua) kasus tanah yang memenuhi Kualifikasi Tindak Pidana Korupsi.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran resmi yang diterima timnews.co.id, Rabu(17/11).

“Hal ini terkait dengan masalah tanah yang memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi, yaitu Penyelidikan kasus dugaan
tindak pidana korupsi kegiatan perambahan Kawasan Suaka Margasatwa di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang berpotensi dapat menimbulkan kerugian keuangan negara,”ujarnya.

Menurut Leonard Eben Ezer Simanjuntak, hal ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor: Print-26/L.2/Fd.1/11/2021
tanggal 15 November 2021.

“Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Kegiatan Perambahan Hutan Lindung di Kabupaten Serdang Bedagai, yang berpotensi dapat menimbulkan kerugian keuangan negara, berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor: Print-27/L.2/Fd.1/11/2021 tanggal 15 November 2021,”pungkas Leonard Eben Ezer Simanjuntak.(Sugi)