Kapal Pukat Trwal Mini Asal Batubara Dibakar di Perairan Sergai

108

Sebuah kapal jenis pukat trwal mini dibakar di perairan pantai Sialang buah, Kec Teluk Mengkudu, Sergai(ist)

SERGAI, timenews.co.id| Sebuah kapal jenis pukat trwal mini Asal Pagurawan Kabupaten Batubara di bakar di perairan Pantai Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (3/3/2022) sekira pukul 10:00WIB.

Informasi yang diperoleh,Kapal jenis Pukat Trwal Mini tanpa nama dan tanpa selar bermesin dompleng yang dibakar diperairan Sialang Buah diketahui milik Edi Irawan (19) seorang nahkoda kapal warga Desa Sidomulio, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.

Akibatnya seorang ABK Joko Indrawan Manik (22)warga Desa Sidomulio, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, mengalami luka ringan dibagian telapak tangan kanan robek.

Peristiwa tersebut terjadi kurang lebih 2 mil timur dari bibir pantai di Perairan Pantai Sialang buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai yang diduga dibakar seorang nelayan penjaring udang dan nelayan jaring ikan berjumlah sepuluh sampan diawaki 2 orang nelayan.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Ali Machfud SIK,MIK melalui Kasi Humas AKP R Gultom mengatakan bahwa sebelumnya personel Satpolairud Sergai mendapat informasi telah terjadi pembakaran terhadap kapal nelayan modern/ nelayan pukat trawl asal daerah Pagurawan di perairan Sialangbuah wilayah hukum Polres Serdang Bedagai.

Kemudian, sambung Gultom, setelah mendapatkan informasi tersebut personel Satpolairud langsung menuju ke TKP Kuala Sialang Buah.

Pada saat ditemukan awak kapal korban pembakaran oleh massa nelayan diamankan di Kantor Koramil 09/TM yang telah diserahkan oleh massa nelayan penduduk Sialang Buah, ujar Gultom.

Kemudian dilakukan introgasi singkat terhadap Nahkoda dan ABK, pada saat menarik pukat atau menangkap ikan dengan menggunakan pukat trawl tersebut, tiba-tiba datang sekelompok nelayan jaring dan langsung merapat ke kapal korban dengan marah marah.

Dan selanjutnya tekong atau nahkoda serta ABK kapal pukat trawl tersebut dinaikka atau dipindahkan ke Sampan masyarakat nelayan tersebut. Sedangkan massa yang lainnya menyiram kapal Pukat Trawl tersebut dengan minyak solar dan membakarnya.

Setelah itu para korban atau awak kapal pukat trawl dibawa massa ke pinggir pantai Sialangbuah yang selanjutnya tekong atau nahkoda serta ABK kapal pukat trawl di bawa ke kantor Koramil.

” Selanjutnya personel Satpolair membawa korban atau awak kapal pukat trawl tersebut ke kantor Sat Polairud guna proses selanjutnya serta membawa korban yang mengalami luka pada tangannya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta,” pungkas AKP R Gultom.(Sugi)