Kapolda Akan Tuntaskan Kasus Keributan di RS HKBP Balige

36

Kapolda Sumut, Irjen Panca didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/10/2021).(dok. GoSumut).

MEDAN- Kapolda Sumut, Irjen
Pol Panca Putra Simanjuntak, menegaskan akan menuntaskan kasus keributan di RS HKBP Balige.

Diketahui keributan tersebut terjadi pada hari Minggu (10/10/2021) lalu.

“Dalam kasus keributan itu, dua orang sudah kita tangkap yakni, Taren Sing dan Jasprit Sing,” ujar Irjen Panca didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/10/2021).

Panca mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat Taren Sing dan Jasprit Sing menjeguk keponakannya bernama Sanjay di RS HKBP Balige karena mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/7/2021).

“Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa melakukan pembersihan terhadap luka dan sudah jahit,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Panca, saat itu, pihak rumah sakit kemudian meminta KTP dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut.

Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.

“Tiba – tiba keduanya melakukan pengerusakan di meja resepsionis RSUD Balige. Kemudian terjadi aksi saling pukul saat satpam mencoba mengamankan kedua pelaku,” jelasnya.

Saat ini, sebut Panca, kedua pelaku tengah dirawat di RS Columbia sedangkan Sanjay yang sebelumnya dirawat di RS HKBP Balige telah dibawa keluarga dan dirawat di RS Mitra Sejati.

Panca menerangkan, Tim Ditreskrimum Polda Sumut bersama Polres Toba akan menuntaskan kasus keributan di RS HKBP Balige tersebut.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia,” terangnya.

Sementara itu, Winda mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RS HKBP Balige tersebut.

“Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penaganan kasusnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

sumber: GoSumut