Kapolda Sumut Gandeng MUI, Selidiki Perempuan Yang Tabrak SPKT Polres Pematangsiantar Naik Sepeda Motor

97

SIANTAR, timenews.co.id|Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memantau langsung jalannya penyelidikan terhadap perempuan berinisial F (29), pengendara sepeda motor yang menabrakan dirinya ke SPKT Polres Pematangsiantar, Senin (21/3/2022) pagi tadi.

Kapolda menyampaikan, F nyaris menabrak anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas di Jalan Sutomo.

Ketika dikejar, wanita itu melarikan diri dengan menuju Polres Pematangsiantar dan pada akhirnya masuk lalu menabrak ruang SPKT Polres Pematangsiantar.

Adapun status dari F telah menikah yang kedua kalinya. Pascapernikahan, F memiliki pemahaman yang sedikit berbeda dengan orangtuanya.

“Dari aspek pemahaman agamanya. Dan ini menjadi permasalahan di dalam keluarga sendiri dan semakin meningkat ketika saat yang bersangkutan meminta menikah yang ketiga kalinya,” ujarnya.

Sambung Kapolda Sumut kembali, setelah didalami. Yang bersangkutan ini ditalak oleh suami keduanya dan orangtuanya tidak terima dan meminta untuk dipikirkan kembali.

Dari penjelasan orang tua, F mulai bersikap dan berperilaku berubah dari sebagaimana biasanya.

F mulai merubah penampilan maupun cara pemahaman, termasuk tindakan dan kerap memberikan masukan kepada orangtuanya tentang apa yang baik menurutnya dan apa yang tidak baik menurutnya.

“Hal ini semakin meningkat setelah berpisah dengan suami yang kedua. Yang mana bersangkutan dalam kehidupannya tinggal bersama orangtua dan rajin menjalankan ibadahnya. Dalam keseharian sering dengarkan penjelasan -penjelasan agama dari kanal Youtube dan media sosial. Dan meminta kepada orangtua untuk mendengarkan ceramah-ceramah tersebut,” tutur Irjen Panca.

Polisi sendiri telah melakukan penggeledahan di kediaman orangtua dan kamar yang bersangkutan, termasuk menggali keterangan tetangga. Tidak ditemui apapun yang mencurigakan.

“F hanya zikir siang pagi dan sore. Yang lain tidak ditemukan apa apa,” ucapnya.

Panca menyampaikan. penyidik masih akan mendalami perkara ini, termasuk menggali keterangan suami kedua F.

Polisi akan menggali riwayat perubahan jiwa F terkhusus pada saat menikah dengan suami kedua.

Mantan Direktur Penyidikan KPK itu mengatakan pihaknya sejauh ini masih melakukan pemeriksaan.

Ia meyakinkan bahwa polisi akan memperhatikan semua aspek agar kasus ini terang benderang.

“Yang jelas kita masih dalam pemeriksaan. Bahwa tindakan itu tadi berakibat terjadinya kerusakan material. Alhamdulillah tadi tidak ada korban jiwa, tapi kerusakan pada SPKT. tempat pelayanan terhadap masyarakat. Polisi akan bekerja dengan arif dengan memperhatikan secara aspek,” katanya.

Panca menyampaikan, pemahaman agama terhadap yang bersangkutan akan dikaji secara mendalam. Polisi juga telah menggali keterangan orangtuanya.

“Kondisi pemahaman yang bersangkutan akan menjadi bahan kita untuk mempertimbangkan proses selanjutnya. Saya akan selalu bekerjasama dengan MUI, dan saya sudah mendengar apa yang disampaikan orangtuanya,” kata Kapolda dalam press rilis, Senin (21/3/2022) malam.

Sementara itu, Ketua MUI Siantar Ali Lubis menyampaikan dirinya telah mendengar apa yang disampaikan F selama proses penyelidikan.

Katanya, ada sesuatu yang salah dari kerangka berpikir F sehingga nekat menabrakkan diri ke SPKT Polres Siantar

“Tampaknya ada (yang salah). Bukan gangguan jiwa. Tapi sedikit. Itu cara berpikirnya kurang sempurna dan sudah kita sampaikan kepada orangtuanya. Kita MUI siap memberi tausiah dan wejangan supaya jangan menyimpang dengan apa yang kita inginkan pada bangsa dan negara ini,” kata Ali kembali.

Sejauh ini, kata Ali, belum ada hal-hal yang terlalu mencurigakan atas peristiwa ini sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Sampai saat ini tidak ada hal-hal yang mencurigakan untuk bangsa dan negara, khususnya di Kota Pematangsiantar,” jelas Ali.

Dalam kasus ini, diketahui F menabrakkan dirimu ke SPKT Polres Pematangsiantar dengan sepeda motor Yamaha Scoopy bernomor polisi BK 5756 TAK. Aksinya tersebut sontak mengagetkan personel kepolisian pagi itu.(sug)