Kejagung Amankan Tersangka DPO Kasus Dugaan Korupsi DD dan ADD sebesar Rp 1,4 Milyar dari Kejati Maluku

83

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak(dok/timenews.co.id)

JAKARTA,Timenews.co.id| Tim Tabur kejaksaan agung berhasil mengamankan tersangka DPO kasus dugaan korupsi Dana Desa(DD) dan Alokasi Dana Desa(ADD) asal Kejaksaan Tinggi Maluku dengan kerugian negara Sebesar Rp 1,4 Milyar, Rabu (19/1/2022) sekira pukul 21:42 WIB.

“Penangkapan tersangka DPO terkait tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) negeri Administrasi Tobo, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur tahun anggaran 2016-2018 yang merupahkan buronan dari Kejaksaan tinggi Maluku,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resmi yang dikutip timenews.co.id Kamis (20/1/2022) malam.

Adapun tersangka yang diamankan yakni inisial NA(39) warga Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Maluku yang merupahkan seorang ASN di Kantor Kecamatan Werinama dan tersangka juga mantan Pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Tobo 2016-2018.

” Penangkapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (P-8) Nomor : PRINT-01/Q.1.17/Fd.2/02/2021 tanggal 5 Februari 2021 dan Surat Perintah Penyidikan (P-8) Nomor : PRINT-01.a/Q.1.17/Fd.2/05/2021 tanggal 24 Mei 2021 serta Surat Penetapan DPO Nomor : PRINT-227/Q.1.17/Fd.2/10/2021 tanggal 1 Oktober 2021 lalu, “terang Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Sambung Leonard, bahwa NA merupakan tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Administratif Tobo, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur T.A 2016-2018 dengan perkiraan total kerugian negara mencapai Rp 1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta rupiah).

” tersangka NA diamankan di Jalan Senen Raya, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta karena ketika dipanggil sebagai tersangka oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, tersangka tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut,”ungkapnya

Selanjutnya, kata Leonard kepala Kejaksaan Tinggi Maluku mengirimkan Surat Nomor: R-404/Q.1/Dsp.1/11/2021 tanggal 02 November 2012 mengenai perihal Bantuan Pemantauan penangkapan an. NA, dan karenanya tersangka dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun setelah dipastikan keberadaan tersangka berdasarkan pemantauan yang intensif, Tim Tabur langsung bergerak cepat dan melakukan pengamanan terhadap tersangka.

“Saat ini tersangka NA dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan selanjutnya tersangka akan diberangkatkan ke Maluku pada Kamis 20 Januari 2022 dengan mematuhi protokol kesehatan,”tegas Leonard.

Melalui program tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.”Pungkasnya.(red)