Kejagung Bersama Kejati Jawa Barat Amankan DPO Kasus Korupsi SIMDA sebesar Rp 900 juta

0
233

Tersangka IS DPO Kasus Korupsi SIMDA diamankan Tabur.(Foto/istimewa)

JAKARTA- Bertepatan Penutupan rapat kerja (Raker) Kejaksaan RI tahun 2021, Kejaksaan Agung Bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berhasil amankan terpidana korupsi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Tahap I Tahun 2003 pada Dinas Informatika dan Data Elektronik Kabupaten Ciamis sebesar Rp 900 juta yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Adapun tersangka IS (yang 43)Warga Jl. Sanggar Kencana X No.27 Komplek Sanggahurip, Bandung yang merupahkan sebagai Direktur PT. CITRA TRIKARSA NIAGA.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resmi yang dikutip timenews.co.id, Kamis(9/12/2021)

Menurut Leonard, penangkapan tersangka Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 729 K/PID.SUS/2007 tanggal 06 Maret 2008, Terpidana ID terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi System Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Tahap I Tahun 2003 pada Dinas Informatika dan Data Elektronik Kabupaten Ciamis.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.400.000.000 (tiga milyar empat ratus juta rupiah) namun terdapat selisih yang menyebabkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 985.818.690 (sembilan ratus delapan puluh lima juta delapan ratus delapan belas ribu enam ratus sembilan puluh rupiah).

Sambung Leonard, oleh karenanya terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan penjara, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 303.955.145 (tiga ratus tiga juta sembila ratus lima puluh lima ribu seratus empat puluh lima rupiah),”papar Leonard

Menurutnya, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.

“Terpidana IS diamankan di Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, karena ketika dipanggil sebagai terpidana oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, oleh karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan,” papar Leonard

Selanjutnya terpidana sementara berada di Rumah tahanan negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan untuk dilakukan pemeriksaan administrasi dan setelah dinyatakan lengkap. Kemudian terpidana akan dibawa ke Jawa Barat pada hari ini Kamis 09 Desember 2021 pukul 19:00 WIB guna dilakukan eksekusi.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,”pungkasnya.(Sugi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini