Klarifikasi Kejagung : Pengemudi Mercedes Halangi Mobil Ambulans Bukan Pegawai Kejaksaan RI

323

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, DR. Ketut Semedana (ist) 

JAKARTA- Menindaklanjuti berita yang beredar di media online terkait “Pengendara Mercy yang Diduga Halangi Ambulans di Tangerang dan Mengaku sebagai orang Kejaksaan.

Dalam Siaran Pers ini, Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, DR. Ketut Semedana mengatakan bahwa pengemudi mobil Mercedes putih bernomor polisi B 2873 PB dengan pengemudi Hildam adalah bukan Pegawai Kejaksaan RI.

Ketut Semedana menjelaskan kronologis kejadian, Bahwa video viral di media sosial yang menunjukkan peristiwa insiden antara mobil ambulans Puskesmas Cisoka yang terjadi pada hari Kamis(17/3/2022) sekira pukul 01:00WIB.

Dimana, mobil Mercedes putih bernomor polisi B 2873 PB dikemudikan oleh Hildam yang terjadi di Tol Tangerang-Jakarta, tepatnya di kawasan Bitung, Kab. Tangerang.

Saat itu, sambung Ketut Semedana, bahwa mobil ambulans sedang membawa pasien ibu hamil yang hendak melahirkan ke RSUD Kabupaten Tangerang, dan ketika berada di ruas jalan tol, ambulans sudah menyalakan rotator dan sirine dari kejauhan.

Namun, mobil Mercedes putih di depannya tidak memberikan jalan dan ketika mobil ambulans ingin menyalip melalui jalur kiri, tiba-tiba Mercedes putih tersebut juga berpindah ke sebelah kiri tanpa menggunakan lampu sein.

Alhasil, terjadi gesekan antara keduanya yang mengakibatkan spion sebelah kiri mobil mersedes tersebut rusak. mobil mercedes tersebut berusaha mengejar dan menyalip ambulans dan mengikuti sampai ke RSUD Kabupaten Tangerang,”ucap Dr. Ketut Semedana.

Setiba di RSUD Kab Tangerang, pengemudi mercedes menarik baju pengemudi ambulans (bukan memukul) lalu mengambil kunci mobil ambulans dan memaki pengemudi ambulans dengan kata kasar.

Selanjutnya, Pengemudi mobil Mercedes juga meminta pertanggung jawaban pengemudi ambulans karena telah bergesekan dengan mobil mercedes, kemudian pengemudi mercedes juga meminta SIM dan KTP pengemudi ambulans, serta mengaku bahwa pengemudi mercedes adalah seorang ahli hukum (bukan pegawai kejaksaan).

Saat itu, akhirnya pengemudi mercedes hanya mengambil KTP pengemudi ambulans. Setelah itu sekitar pukul 04.00 WIB, pengemudi ambulans menuju kantor PRJ Bitung untuk melaporkan kejadian tersebut namun tidak ada anggota yang piket.

” Pada sekitar pukul 11:00 WIB pengemudi ambulans datang ke Polresta Tangerang di Tigaraksa untuk membuat laporan namun diarahkan ke PRJ Bitung.,”ujar Dr Ketut Semedana.

Dari penjelasan di atas, sambung Puspenkum Kejaksaan Agung telah memberikan pelurusan dan informasi kepada masyarakat atas pemberitaan dimaksud,”tegas Ketut Semedana (Sugi).