Kurniawan Dwi Yulianto : Bendera Merah Putih Bisa Berkibar Lagi di Event Olahraga Internasional

0
169

Salah satu legenda bola tanah air, Kurniawan Dwi Yulianto (kiri), menyambut gembira bahwa sanksi WADA (Lembaga Anti-Doping Dunia) untuk LADI akan dicabut per Februari mendatang. Menurutnya, kebangaan terbesar sebagai atlet yakni mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. (foto:dokpr)

JAKARTA, Timenews.co.id| Salah satu legenda bola tanah air, Kurniawan Dwi Yulianto, menyambut gembira bahwa sanksi WADA (Lembaga Anti-Doping Dunia) untuk LADI akan dicabut per Februari mendatang. Menurutnya, kebangaan terbesar sebagai atlet yakni mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional.

“Pertama alhamdulilah karena pada akhirnya semua atlet Indonesia bisa mengibarkan bendera Merah Putih disegala even karena bagi kami mantan atlet bahkan atlet sekarang berkibarnya bendera Merah Putih adalah sesuatu yang bisa memotivasi para atlet, suatu kebanggaan yang tidak ada duanya,” kata Kurniawan yang baru saja dipercaya akan menjadi Asisten Pelatih Tim Seri B Italia, Como 1907 ini, Selasa (18/1).

Pria yang juga akrab disapa Si Kurus ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan gigih memperjuangkan bebasnya sanksi tersebut.

Sebagai diketahui seiring sanksi pada Oktober tahun lalu, Menpora Amali dengan cepat merespon dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Masalah yang dipimpin President NOC Raja Sapta Oktohari. Atas kerja keras tim tersebut WADA mengapresiasi dan percaya bahwa Indonesia akan patuh segala aturan ke depannya.

“Terima kasih semua pihak yang sudah bekerja keras memperjuangkan akhirnya bendera Merah Putih bisa berkibar kembali,” ucapnya.

Tapi terlepas dari suksesnya mengembalikan kepercayaan WADA dan berencana segera mencabut sanksi, pria kelahiran Magelang, 13 Juli 1976 itu menegaskan agar hal ini tidak terulang kembali. Peristiwa yang mencederai perjuangan Pahlawan Olahraga ini hendaknya menjadi yang terakhir, jangan pernah terjadi lagi. Sehingga bagi para atlet yang sudah berjuang mati-matian tidak berujung kekecewaan hanya persoalan ketidakpatuhan Lembaga Anti Doping Indonesia.

“Ini mudah-mudahan menjadi pelajaran terakhir untuk agar kita kedepannya selalu mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi prosedur tentang doping ini sehingga tidak menjadi sanksi-sanksi seperti ini,” harapnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini