Operasi Kancil, Polsek Medan Timur Tangkap 2 Curanmor

49

Dua pelaku curanmor diamankan unit Reskrim Polsek Medan Timur dalam operasi kancil.(dok.gosumut).

MEDAN – Sepekan melaksanakan Operasi Kancil, personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil menangkap dua pencuri kendaraan bermotor (Curanmor).

Kedua pelaku curanmor yang kerap meresahkan masyarakat itu masing-masing David Ifani Limbong dan Hervin Nasution.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin, mengatakan, kedua pelaku curanmor yang ditangkap itu hasil Operasi Kancil 2021 yang digelar Unit Reskrim Polsek Medan Timur selama sepekan terakhir.

“Untuk pelaku David Ifani Limbong karena terbukti mencuri sepeda motor Honda Vario milik Yuli Darma di Jalan Rakyat, Simpang M Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Kamis (30/9/2021) lalu,” ujar Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Jefri Simamora, Rabu (27/10/2021).

Lalu, lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Medan Area ini, tersangka Harvin Nasution melakukan pencurian sepeda motor Honda Beat plat BK 4369 HJC pada Selasa (12/10/2021) milik korban Arif Juliardi di Jalan Ampera V, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur.

Arifin mengungkapkan, modus pencurian dilakukan tersangka Harvin Nasution mengambil kunci dari dalam rumah korban lalu membawa kabur sepeda motor yang diparkir di halaman rumah.

“Dari hasil penyelidikan anggota di lapangan tersangka Harvin Nasution dapat diamankan saat berada di Jalan Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor,” jelasnya.

Ketika diinterogasi, sebut Kompol Arifin, tersangka Harvin Nasution mengaku telah menjual barang bukti sepeda motor milik korban kepada penadah seharga Rp1,8 juta.

“Dari tangan kedua pelaku curanmor yang diamankan itu, personel menyita barang bukti sepeda motor hasil tindak pencurian, celana dan baju,” sebut eks Kasi Propam Polrestabes Medan ini.

Usai diamankan, kata Kapolsek, tersangka berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolsek Medan Timur untuk diproses.

“Imbas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara,” pungkas Arifin seraya menegaskan tengah memburu penadah barang hasil kejahatan para tersangka.

Sumber: GoSumut.