Pasca Banjir, Dirjen Kementerian SDA-PUPR Bersama BWS II Tinjau Kota Tebingtinggi

103

Dirjen Dirjen SDA Kementerian PUPR meninjau pasca Banjir di Kota Tebingtinggi.(dok.kominfotebingtinggi).

TEBINGTINGGI, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen-SDA) Kementerian Peķerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir Jarot Widyoko SP-1 bersama Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 2, Maman Noprayamin, ST.M.T kunjungi Kota Tebingtinggi, Sabtu (27/11/2021)pasca bencana banjir yang terjadi.

Dalam kunjungan itu, Tim didampingi Walikota Tebingtinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, Plt Kadis PUPR Tebingtinggi Reza bersama dengan Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian berserta Camat dan Lurah, menunjukkan lokasi-lokasi tempat banjir yang terjadi di Tebingtinggi, akibat meluapnya Sungai Padang.

Dalam Kunjungan yang dilakukan antara lain, di Anturmangan Kelurahan Sri Padang, Kelurahan Bandar Utama dan Kelurahan Bandar Sakti.

Dirjen SDA Kementerian PUPR menyampaikan akan segera melakukan penanggulangan darurat atas terjadinya banjir tersebut. Penanggulangan yang akan dilaksanakan antara lain, pembangunan tanggul, perbaikan dan peninggian tanggul serta perbaikan pintu-pintu klep yang ada, kata Dirjen SDA.

Disampikan juga oleh Dirjen untuk mengantisipasi efek Lalina yang mungkin nanti jauh lebih besar lagi. Dalam kesempatan tersebut Dirjen juga berdialog dengan masyarakat yang terdampak banjir, yakni saudara Johari bertempat di Kelurahan Sri Padang.

Dalam kesempatan itu, Walikota didampingi Camat dan Kepala PUPR menjelaskan situasi banjir dan dampak yang terjadi, serta menjelaskan bahwa intergitas banjir di Tebingtinggi saat ini sudah sangat tinggi dan sering sekali. Sehingga memang membutuhkan penanganan cepat dari Kementrian PUPR.

Sebelumnya pada hari Jumat lalu, Gubsu juga mengadakan pertemuan dengan empat Kepala Daerah yakni, Medan, Deli Serdang Tebingtinggi dan Serdang Bedagai bersama Dirjen Pengairan, untuk membahas persoalan banjir yang terjadi di empat daerah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Gubsu Edi Rahmayadi juga mendesak agar realisasi penanganan segera dilakukan.(red)