Pemda Kaimana Merespon Program BPJSKT, Orang Asli Papua Masuk Sebagai Peserta

78

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Fak-Fak Kaimana, Sirta Mustakim, usai melakukan pertemuan secara langsung dengan Bupati Kaimana Freddy Thie, diruang VIP Bandara Utarom Kaimana, Rabu,(22/09/2021) kemarin (Foto/istimewa)

KAIMANA-timenews.co.id| Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Keternagakerjaan (BPJSKT) merupakan salah satu program yang telah di canagkan oleh Pemerintah pusat, dengan tugas dan tujuan untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja diseluruh Indonesia.

Salah satunya memberikan santunan kepada para peserta bila terjadi kecelakaan kerja ataupun kematian. Sehingga BPJSKT inipun wajib di lakukan oleh Pemerintah Propinsi dan Daerah.

Oleh Sebab itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana Papua Barat, telah merespon positif program BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Kerjasama dimaksud, dengan tujuan agar setiap Orang Asli Papua (OAP) di Kaimana, dapat dilindungi dan bisa mendapatkan santunan, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Fak-Fak Kaimana, Sirta Mustakim, usai melakukan pertemuan secara langsung dengan Bupati Kaimana Freddy Thie, diruang VIP Bandara Utarom Kaimana, Rabu,(22/09/2021) kemarin.

Kepada sejumlah awak media membenarkan adanya respon positif dari kepala daerah, terkait dengan program BPJS Ketenagakerjaan, teristimewa bagi Orang Asli Papua, sebagaimana satu dari program kepala daerah terpilih periode 2020-2024.

“Pertemuan ini menindak lanjuti perlindungan Jamin Sosial Ketenagakerjaan (JAMSOSTEK) bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Kaimana, dan alhamdulilah telah direspon dari pemerintah Daerah, terutama dari bapak Bupati perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini,”ujar Sirta Mustakim.

Menurutnya,Dimana sudah ada Ranperda yang disahkan oleh DPRD, sehingga tahap pertama sesuai dengan arahan bapak Bupati adalah kita akan menindak lanjuti data terlebih dahulu, terutama Orang Asli Papua yang ada di Kabupaten Kaimana untuk dilindungi dari jaminan kecekalaan kerja dan jaminan kematian,” jelasnya.

Ia mengatakan, Dari kerjasama dimaksud dan juga arahan Bupati Kaimana terkait dengan data, sehigga tahap pertama yang akan dilakukan yakni melakukan pendataan kembali dengan menggunakan data dari Dinas Dukcapil dan Badan Pusat Stasitik (BPS) Kabupaten Kaimana.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, tentang data, maka Besok kita akan berkonsultasi dan kordinasi dengan Dinas Dukcapil dan BPS Kaimana terkait data-data Orang Asli Papua ini,”ujarnya

Karena sebagaimana arahan
Bupati dalam pertemuan dimaksud, sehinigga peserta yang terdaftar adalah benar benar Orang Asli Papua,Kemudian karena ini baru sebatas dua program yakni Jamian kecelakaan kerja dan Jaminan kematian,”pungkasnya**