Polisi Didesak Usut Pelaku Penganiayaan Terhadap Jurnalis TV One di Tanjung Morawa

195

DELISERDANG, Praktik penganiayaan terhadap jurnalis atau wartawan terjadi lagi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kini tindakan tak terpuji itu di alami oleh Asmar Beni wartawan stringer di TV One yang bertugas di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera.

Seperti diketahui, Asmar terkena pukul saat meliput demo yang berujung kisruh antara penggarap yakni masyarakat dengan pihak PTPN ll di Desa Dalu A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Asmar, pelaku mengenakan pakaian Satpam yang di diduga dari pihak PTPN ll.

Ia mengatakan, pelaku saat itu berjumlah 6 hingga 7 orang. Saat itu para pelaku mencoba mengambil handycam milik Asmar namun gagal dan akhirnya berujung pukulan.

Tak hanya pukulan yang dialami Asmar, handphone sehari-harinya yang dia pegang juga lenyap diambil para pelaku yang diduga orang-orang PTPN ll.

Awalnya saya mengambil gambar, tiba-tiba ada 10 menit kemudian Satpam dan kawanannya mengejar saya dan mencoba merebut handycam saya. Saat itu ada 6 sampai 7 orang yang memukuli saya ada yang mengunakan kayu juga,” kata Asmar dilansir Gosumut.com, Kamis (24/3/2022).

Akibat itu, Asmar mengalami luka memar di pundak kiri, kepala bocor, bibir bengkak dan paha sakit.

Saat itu juga, Asmar sebagai korban yang dirugikan langsung melakukan visum dan membuat melaporkan ke Polresta Deli Serdang.

Asmar berharap, Kapolres Deli Serdang dapat menindak tegas dan menangkap pelakunya atas kejadian yang dialaminya.

Sementara itu, pihak aparat kepolisian belum menjawab telepon konfirmasi dari wartawan. Baik dari Kasat reskrimnya maupun Kapolres Deli Serdang.

Sebelumnya juga Humas PTPN ll Rahmat alias Kurniawan masih belum mengakui bahwa anggotanya telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap salah seorang wartawan TV One saat liputan demo di Dalu A, Kecamatan Tanjungmorawa, Deli Serdang.

Rahmat masih gugup menjawab pertanyaan terkait pelaku penganiaya yang dilakukan anggotanya. Bahkan Rahmat menolak dugaan adanya orang suruhan dibalik penganiayaan wartawan itu.

“Kita tidak pakai orang suruhan. Yang turun anggota kita sendiri. Sudah saya tanya kepada mereka tapi belum ada yang mengakui,” kata Rahmat saat diwawancarai.

Menurut Rahmat, pertanyaan perihal pengakuan anggotanya sudah diupayakan sejak awal kejadian, namun hingga hari menjelang sore itikad baik dari pelaku yang diduga merupakan anggotanya itu tak kunjung ia peroleh.

“Sejak tadi sudah saya tanyakan, cuma belum ada. Mungkin nanti pas dikumpulkan anggota,” kata Rahmat dengan gugupnya itu.

Rahmat mengatakan, sedikitnya hampir 200 orang anggotanya turun di lapangan saat peristiwa kisruh antara penggarap dengan PTPN ll.

“Dari PTPN sekitar 100 sampai 150 orang tadi yang turun,” katanya.(red)

Sumber: GoSumut