Polres Labuhanbatu Tangkap Seorang Residivis Bandar Narkoba Rantau Utara

32

Tersangka UK alias KEM seorang residivis dalam kasus yang sama saat dilakukan pemeriksaan oleh tim Satnarkoba Polreslabuhanbatu.(Foto.istimewa).

LABUHANBATU- Tim Satnarkoba Polreslabuhanbatu berhasil meringkus terduga bandar narkoba yang merupahkan seorang residivis dalam kasus yang sama di wilayah Kecamatan Rantau Utara, tepatnya di areal kebun kelapa sawit. Sabtu (13/11) sekira pukul 16:30WIB.

Informasi yang diperoleh, Terduga Pelaku Bandar Narkoba diketahui bernama Inisial UK alias KEM (38) warga Jalan Martunis Lubis Pekan Lama, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, SIK melalui Kasubag Humas AKP Murniati, SH, Minggu(14/11) menyampaikan bahwa penangkapan seorang bandar inisial UK alias KEM sudah menjadi target tim Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

Sambungnya, bahkan pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar di Jalan Martunis Lubis Pekan lama Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, tepatnya di areal kebun kelapa sawit yang sering dijadikan transaksi narkoba.

Atas informasi tersebut, tim Satnarkoba Polreslabuhanbatu dipimpin Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu melakukan Penyelidikan bersama Kanit Idik I IPDA Sarwedi Manurung untuk melakukan penindakan untuk melakukan undercover buy dengan cara memesan narkotika jenis sabu terhadap tersangka.

Seketika tersangka memberikan Narkotika jenis sabu tersebut petugas langsung melakukan penangkapan dan ditemukan dari tersangka S alias Hendri 2(dua) bungkus plastik klip transparan berisikan kristal putih diduga berisikan narkotika jenis shabu seberat 1,39 gram brutto dan uang sebanyak Rp.381.000 (tiga ratus delapan puluh satu ribu rupiah) hasil penjualan.

Selanjutnya ditemukan juga 1 pack plastik klip kosong,1 unit timbangan elektrik dan 1 handphone android merk oppo warna biru hitam.

Dari hasil keterangan UK alias KEM seorang ayah dari 1 orang anak menerangkan mendapatkan barang tersebut dari seseorang dengan Berinisial B selanjutnya dilakukan pemancingan melalui sambungan HP namun tidak aktif,”terang Kasubag Humas.

Dari hasil interogasi petugas tersangka mengakui sudah pernah di pidana dalam kasus yg sama (RESIDIVIS) yaitu tahun 2017 dengan vonis 1,5 (empat) tahun penjara.

Tersangka mengakui nekat berjualan shabu lagi karena desakan kebutuhan hidup keluarga dan tersangka juga mengakui mendapat keuntungan Rp. 200.000 sampai sebesar Rp.400.000 pergram nya dengan putaran transaksi 2 sampai 5 gram per hari.

” Terhadap tersangkan dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) dari undang-undang no.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”pungkas AKP Murniati, SH.(red)