PPKM Makin Longgar, Volume Lalu Lintas Tol Jasa Marga Naik 63 Persen

100

Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).(Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.)

JAKARTA – Pelonggaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah membuat volume lalu lintas tol milik PT Jasa Marga (Persero) naik drastis.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Reza Febriano menyampaikan penjelasan terkait histori realisasi volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Oktober 2021.

Dikatakannya, Jasa Marga mencatat peningkatan LHR jalan tol Jasa Marga Group di seluruh Indonesia sebesar 63,03 persen pada Oktober 2021.

Peningkatan tersebut tercermin berdasarkan data jika dibandingkan dengan LHR pada masa Darurat bulan Juli 2021 lalu.

Sedangkan jika dibandingkan dengan masa PPKM Level 4 bulan Agustus 2021, kenaikan LHR tol Jasa Marga tercatat sebesar 25,23 persen pada Oktober 2021.

Sementara itu, jika LHR Oktober 2021 dibandingkan dengan LHR September 2021 atau masa PPKM level 3 meningkat sebesar 6,64 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/11/2021).

Ia menambahkan, ada angin segar ke depan dengan turunnya level PPKM di berbagai daerah serta melihat pergerakan mobilitas masyarakat sejak September 2021.

“Jasa Marga memproyeksikan hingga akhir tahun 2021 tren peningkatan lalu lintas masih terjadi di Jalan Tol Jasa Marga Group,” tandasnya.

Adapun tiga ruas Jalan Tol Jasa Marga Group dengan LHR tertinggi di bulan Oktober 2021 adalah sebagai berikut:

Jalan Tol Dalam Kota : 492.000 kendaraan per hari
Jalan Tol Jakarta – Cikampek : 450.000 kendaraan per hari
Jalan Tol Jagorawi : 394.000 kendaraan per hari

Reza Febriano menegaskan, untuk mengantisipasi tren peningkatan volume lalu lintas, Jasa Marga selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan.

Layanan tersebut termasuk di masa pandemi, dengan tetap menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di jalan tol.

Di antaranya yaitu, memastikan pelayanan lalu lintas, pelayanan transaksi hingga pelayanan konstruksi tetap optimal, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya,” bebernya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Jasa Marga juga selalu meningkatkan pelayanan berbasis teknologi, salah satunya saat ini dengan melakukan pengembangan fitur Mobile Apps Travoy untuk cek saldo dan top-up uang elektronik, hingga menampilkan struk transaksi di jalan tol dalam bentuk digital.

Saat ini, Jasa Marga mengoperasikan total 1.246 Km jalan tol yang merupakan 51 persen dari total jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia.

Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga saat ini telah mencapai 1.603 Km di seluruh Indonesia.

Adapun sepanjang tahun 2021 hingga Kuartal III, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 55,94 Km, dengan rincian sebagai berikut :

Jalan Tol BORR Seksi IIIA (Simpang Yasmin – Simpang Semplak) sepanjang 2,85 Km
Jalan Tol Cinere – Serpong Seksi I (Serpong – Pamulang) sepanjang 6,50 Km
Jalan Tol Cengkareng – Batuceper – Kunciran sepanjang 14,19 Km
Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Seksi I dan V (Balikpapan – Samboja) sepanjang 32,40 Km.

Jasa Marga menargetkan masih ada penambahan Jalan Tol operasi hingga akhir tahun 2021, yaitu Jalan Tol Manado – Bitung Ruas Danowudu – Bitung yang ditargetkan beroperasi pada Kuartal IV.

Sumber : KOMPAS.com