Rapat Lanjutan Pengembangan Bukit Lawang-Tangkahan, Musa Rajekshah Minta Dukungan BI, Telkom Hingga Perbankan

145

Wagubsu Musa Rajekshah pimpin rapat lanjutan pengembangan Bukit Lawang – Tangkahan, Kamis (27/1/2022)(ist)

MEDAN, Timenews.co.id | Berbagai koordinasi dalam upaya pengembangan Bukit Lawang dan Tangkahan masih terus dilakukan. Setelah rapat pemantapan dengan masyarakat secara langsung di Bukit Lawang dan Tangkahan dua minggu lalu, rapat dilanjutkan bersama instansi terkait di luar Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (27/1/2022).

Rapat tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ibrahim, Ketua PHRI Deny S Wardhana, Perwakilan PTPN II David Ginting, Perwakilan PT Telkom Luqman Kurniawan, Perwakilan BRI Dwi Atmoko, Perwakilan BNI Wayan Arifian, Perwakilan Bank Mandiri Tagor Pasaribu, dan ARRAS Adventure Julita Saragih untuk mendukung kesiapan sarana prasarana, pendampingan hingga event di Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Sudah beberapa kali kita adakan rapat terkait pengembangan Bukit Lawang dan Tangkahan, dan kali ini sengaja kita undang Bank Indonesia juga ada Telkom dan lainnya. Kita mau infrastruktur, sarana prasarana bahkan SDM masyarakat sekitar juga diperbaiki. Bagaimana pengelolaan wisata di sana, mesti ada potensi lain juga yang harus kita ciptakan untuk mendorong desa wisata yang ada,” ujar Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, saat memimpin rapat.

Bank Indonesia (BI), lanjutnya, diharapkan dapat memberi pembinaan atau pendampingan kepada empat desa wisata di Bahorok dan tiga desa wisata di Tangkahan untuk bersiap diri.

“Selama ini kita tahu BI sudah banyak memberikan pendampingan kepada UMKM-UMKM hingga berhasil dan dapat menembus pasar luar. Kami berharap BI juga bisa memberikan pendampingan di desa-desa wisata ini serta memberi masukan terkait langkah apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Bukit Lawang dan Tangkahan,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

Sementara itu kepada perwakilan dari PT Telkom, Ijeck meminta dukungan PT Telkom untuk gelaran sport tourism yakni event mountain bike, Bukit Lawang Gravity Enduro dan Bukit Lawang Jungle Trail Run yang bersamaan diadakan pada 11-13 Maret 2022, karena diperkirakan pada gelaran tersebut akan terjadi kenaikan trafik layanan telepon, SMS dan layanan internet.

Ia juga berharap secara berkelanjutan PT Telkom dapat mendukung jaringan telepon dan internet di Bukit Lawang dan khususnya di Tangkahan melalui pembangunan base transceiver station (BTS) di wilayah tersebut. “Jaringan telekomunikasi juga sangat diperlukan.

Pandemi ini semua orang serba melakukan kegiatannya secara daring, berlibur sambil membagikan konten bahkan ada yang sambil bekerja secara daring. Kami berharap Telkom bisa meningkatkan daya untuk jangkauan signal telpon dan internet di sana khususnya di Tangkahan yang memang sangat sulit sekali jaringannya,” ujar Ijeck.

Hal sama juga diharapkan Ijeck dari pihak perbankan, bagaimana wisatawan dan masyarakat bisa merasa mudah dalam melakukan transaksi. Ia berharap Mandiri, BRI, BNI bisa membantu menyiapkan produk dan layanan berupa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mesin Electronic Data Capture (EDC), e-Money dan layanan keuangan lainnya.

“Bank Sumut tahun ini akan membangun ATM dan kami berharap bank-bank lainnya bisa ikut mendukung. Karena keluhan wisatawan selama ini mereka sangat sulit sekali mau mengambil uang cash, sementara mau melakukan transaksi online pelaku usahanya tidak memiliki akses dan berharap dibayar cash karena mau mengambil uang ke ATM jaraknya jauh,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ibrahim mengaku pihaknya mendukung pengembangan wisata Bukit Lawang-Tangkahan ini dan akan melakukan survei ke lapangan sehingga tahu pembinaan apa yang bisa diberikan.

“Kami lihat trend rapat ini sangat bagus, artinya melibatkan semua pihak dan kami siap mendukung. Kami akan lihat di bagian mana yang bisa kita dampingi, kami lihat dahulu profilnya di lapangan, apakah nanti ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kalau ada kita bisa bermitra, kita fasilitasi dan pastinya akan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan dari BRI Dwi Atmoko juga mengaku BRI mendukung rencana program pengembangan wisata di Bahorok dan Tangkahan.

“Kantor Unit BRI sudah ada di Bahorok dan selama ini telah ikut membantu mengembangkan UMKM dan pedagang kecil dengan KUR. Tahun 2022, untuk Sumut BRI telah menyiapkan KUR sebesar Rp11 Triliun termasuk ini untuk memajukan desa-desa wisata dan pihaknya juga akan mendukung wisata Bukit Lawang dan Tangkahan dengan penyediaan layanan perbankan melalui aplikasi yang bisa diakses di HP sehingga memudahkan dalam berbagai transaksi nantinya,” ujarnya. (Ardi)