Rehabilitasi Narkoba Yayasan Cahaya Hati Kemanusian di Desa Terpencil Akhirnya Diresmikan

0
279

Tety Hariani Panjaitan pemilik Rehabilitasi Narkoba Yayasan Cahaya Hati Kemanusian berikan kata sambutan.(Foto.sugi.timenews.co.id).

SERGAI- Seorang Perawat di Serdang Bedagai memiliki jiwa yang berhati mulia, ingin mendirikan sebuah balai Rehabilitasi narkoba yang tinggal di desa terpencil impinan akhirnya terwujud.

Balai Rehabilitasi narkoba milik Yayasan Cahaya Hati Kemanusian dikelola seorang perawat bernama Tety Hariani Panjaitan di Dusun III Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (30/11/2021) akhirnya diresmikan.

Peresmian tersebut di hadiri Bupati Sergai H Darma Wijaya melalui Asisten I, Nina Adelina, Kadis Sosial, Arianto, Kepala BNNK Sergai, Ir. Pinondang Poltak Marganda, M.Si, Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP J Sagala, Camat Teluk Mengkudu, Sri Rahayu, Kepala Desa Pematang Guntung, Juni, UPT Pukesmas Teluk mengkudu, Koramil 09/TM.

Dalam kesempatan ini, Pemilik Rehabilitasi Narkoba Yayasan Cahaya Hati Kemanusian, Tety Hariani Panjaitan mengatakan saya hari ini bangga berdiri disini karena ternyata perjuangan saya bisa sampai di detik hari ini.

” Walaupun banyak orang berkata tidak mungkin seorang perawat yang kerja di sebuah desa terpencil mempunyai manfaat untuk orang lain, bahkan ada seorang yang besar yang menjadi penyemangat saya adalah orang gila yang mengurusi orang gila,”ucap Tety Hariani Panjaitan yang selaku pemilik Rumah Singgah ODGJ terlantar.

Sambung Tety. Tetapi hari ini pengurus orang gila ini berkata,” bahwa saya juga ingin melibatkan diri saya memberantas narkoba mencegah orang-orang tua yang susah dikatakan bingung mencari rehabilitasi yang harus menjual tanah untuk untuk memasukkan anaknya di sebuah rehabilitasi.

Menurutnya, saya hanya minta saran dari bapak bapak yang mempunyai pengalaman lebih banyak dari pada kami bahwa rehabilitasi kami ini belum layak pakai, rehab kami ini belum sesuai dengan apa yang selama ini yang ada di luar sana, tapi alhamdulillah orang yang baik itu mau mengajari kami menjadi lebih baik lagi,”ujarnya.

Untuk itu, kami hanya berharap sampaikan informasi ini keluar sana, bahwa ada seorang perempuan gila yang bisa mengurus orang-orang yang tidak benar dan ingin menjadi benar dan saya hanya butuh orang orang baik yang untuk mengajari saya.

“Dalam laporan kami sudah merawat 118 orang ODGJ yang mempunyai latar belakang narkoba dan kami juga mempunyai 40 anak binaan rehap yang sudah kami bina, dan sudah menjadi mahasiswa kembali dan juga sudah ada binaaan kami kembali menjadi pengusaha,”pungkasnya.

Kepala BNNK Sergai, Ir. Pinondang Poltak Marganda, M.Si menyampaikan kagum melihat yayasan cahaya hati kemanusiaan ini, kebesaran hatimu ini sudah membantu pemerintah khususnya membantu program BNN Kabupaten Serdang Bedagai.

“Hari ini kita akan meresmikan secara bersama-sama yang diwakili oleh ibu dan bapak sekalian, kita tahu bahwa Kabupaten Serdang Bedagai ini rangking satu dalam kasus penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Utara,”kata Pinondang Poltak Marganda dalam sambutanya.

Pinondang Poltak Marganda menuturkan, bahwa Kabupaten Serdang Bedagai saya sebenarnya tadi wajib datang dan siapa lagi kalau bukan kita yang menolong masyarakat kita ini,’ujarnya.

” Warga Kabupaten Serdang Bedagai kita merasa prihatin dan kita menangis kenapa, karena seorang ibu yang berhati mulia yang mau mendirikan yayasan Rehabilitasi narkoba yang rela menjual tanah menuangkan segala usahanya guna membantu warga penyalahgunaan narkoba,”pungkas Kepala BNNK Sergai.

Sementara itu, Bupati Sergai H Darma Wijaya melalui Asisten I Nina Adelina merasa bangga kepada pemilik Yayasan Cahaya Hati Kemanusian.

“Saya sampai merinding tadi dengarnya sejarahnya bagaimana ini berdiri yayasan ini,”kata awal Asisten I, Nina dalam kata sambutannya.

Kata Nina, bahwa kegiatan ini kita sudah tahu sepaham semua, bahwa bapak Bupati bapak wakil bupati Sergai sangat eksis untuk terkait dengan masalah narkoba.

“Saat ini kita pada posisi rangking pertama, kita berharap ini tidak jadi rangking pertama karena ini menyangkut kesejahteraan daripada masyarakat. “Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita ini bisa bisa turun rankingnya,”ujar Nina.

Bupati Sergai H Darma Wijaya yang dibacakan Asisten I, Nina Adelina mengatakan berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNN dan pusat penelitian masyarakat dan budaya lembaga ilmu pengetahuan Indonesia tentang survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2019.

Diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba telah mencapai 1,8% atau sekitar 3,4 juta yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, darurat narkoba merupakan kata yang menyatakan bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi kritis dalam menangani banyaknya kasus-kasus narkoba,”ujar Bupati Darma Wijaya.

Sambungnya Bupati. Bahkan penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan masalah kemanusiaan dan membawa dampak kerusakan multidimensi, hal inilah yang tentunya memacu semangat dari ibu Tetty Panjaitan melihat hasil survei ini tentunya muncul keinginan bagaimana partisipasi kita
sebagai warga negara Indonesia.

Artinya pembangunan itu tidak hanya mulut, tetapi dilaksanakan oleh pemerintah daerah tidak hanya dilaksanakan oleh BNN terkait dengan narkoba seluruh masyarakat juga berperan penting dalam membantu mencegah peredaran narkoba,”pungkas Bupati Darma Wijaya(Sugi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini