Ribuan Rumah dan 205 Ha Lahan Pertanian di Serdang Bedagai Terendam Banjir

62

Rumah warga Sei Rampah Terendam banjir akibat curah hujan cukup tinggi, anak anak saat mandi di pekarangan rumah,(Foto/istimewa).

SERGAI, timenews.co.id| Akibat curah hujan cukup tinggi hingga meluap sungai Bedagai, Ribuan rumah dan 205 Ha Lahan Pertanian di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin(1/11/2021) terendam banjir.

Kepala Dinas BPBD Serdang Bedagai, Hendri Suharto mengatakan banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Sei Rampah disebabkan curah hujan tinggi pada tanggal 30 sampai 31 Oktober 2021 hingga terdampak 5 Desa akibat meluapnya Sungai Bedagai.

“Laporan data sementara ada 1380 rumah dengan jumlah penduduk sebanyak 5564 jiwa di 5 Desa di Kecamatan Sei Rampah yang terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 20 sampai 1
meter,” ucap Hendrik.

Adapun data terdampak banjir di 5 Desa di Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara yakni, Desa Sei Rampah berada Dusun I dan VIII korban terdampak sebanyak 560 rumah dengan 2.246 jiwa.

Selanjutnya di Desa Cempedak Lobang di Dusun I kecamatan Sei Rampah yang terdampak banjir sebanyak 290 rumah dengan total 1.165 jiwa. Sedangkan Desa Firdaus di Dusun IX dan VII Sei Rampah terdampak banjir sebanyak 80 rumah dengan total penduduk 324 jiwa.

Desa pematang Ganjang di dusun
I, II dan V di Sei Rampah terdampak 150 rumah dengan jumlah 614 jiwa. Desa Sei Rejo di Dusun I dan V terdampak banjir sebanyak 300 rumah dengan total penduduk 1.215 jiwa,”ujar Hendrik.

Sambungnya,adapun upaya yang dilakukan yakni mendirikan tenda pengungsian di Desa Sei Rampah serta monitoring ketinggian air dan melakukan pendataan korban banjir Dan membuka dapur umum hingga menurunkan 3 perahu karet.

Sementara bantuan yang telah didistribusikan yakni tenda pengungsi, air bersih diantaranya Selimut, Food ware, Kids ware,Matras, tenda gulung, Kasur Merah,Makanan anak, Alat dapur makanan siap saji terhadap korban terdampak banjir.

“Dampak pengungsi untuk hari ini sebanyak 120 KK dengan total penduduk 486 jiwa atau di tenda dan dirumah famili yang tidak terdampak banjir. Sementara untuk korban jiwa nihil dan luka luka nihil namun total terdampak sebanyak 1.380 KK dengan penduduk 5564 jiwa,”papar Hendrik Suharto.

Adapun titik pengungsian dan jumlah pengungsi di Desa Sei Rampah sebanyak 120 KK dengan jumlah penduduk 486 jiwa.
Namun sebagian yang terdampak mengungsi di rumah family yang tidak terdampak banjir.

Selain itu, untuk kebutuhan mendesak yakni makanan, selimut , matras dan peralatan memasak dapur dan obat obatan, mesin genset dan lainya,”sebutnya.

“Hari ini SDM yang dilibatkan yakni Dinas Sosial Serdang Bedagai, Tagana Provsu dan Tagana Kabupaten Serdang Bedagai sampai KSB cahaya Desa Cempedak Lobang,”ujarnya.

Hendrik juga menghimbau
kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan sumbatan aliran air,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar, SP, MM, mengatakan data lahan pertanian yang mengalami banjir di 3 Desa di Kecamatan Sei Rampah.

“Desa Pematang Pelintahan dengan luas 35 Ha, dengan umur tanaman 2-19 hari setelah tanam, Desa Sei Rejo dengan luas 80 Ha dengan umur tanaman 2-15 Hari setelah tanam, Desa silau Rakyat seluas 90 Ha dengan umur 7-21 hari setelah tanam,”ungkap Kadis Pertanian

Terpisah, warga Jalan Teratai,
Eli mengatakan, ketinggian air semakin naik sejak Minggu malam, warga semakin resah akibat air masuk kedalam rumah.

“Tadi malam air terus naik, sudah masuk kedalam rumah, ketinggian air hampir 1 meter,”pungkasnya*