Rumah Warga Diterjang Angin Kencang, Pemkab Sergai Akan Segera Salurkan Material Secepatnya

47

Salah satu milik rumah warga Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai rusak akibat dihantam angin kencang disertai hujan pada Rabu(22/9) sekira pukul 15:00WIB.(Foto/istimewa)

SERGAI- timenews.co.id| Pasca lima rumah 3 Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada hari Rabu(22/9) sekira pukul 15:00 WIB, dihantam angin kencang langsung tanggap dan Pemerintah akan segera penyaluran material secepatnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Hendri Suharto, sudah melakukan kordinasi oleh Pemerintah Kecamatan sampai Desa guna untuk penyaluran material secepatnya.

“Upaya telah dilakukan kordinasi dengan para Camat dan Kepala Desa serta panglong, untuk penyaluran material secepatnya,”jelas Hendri Suharto.

Sambung Hendri, untuk korban jiwa nihil,”pesan singkat.

Menurutnya, peristiwa tersebut sekitar jam 15:00 WIB, sore turun hujan ringan hingga sedang di sertai Angin kencang yang mengakibatkan rumah rusak.

“Sebanyak 5 rumah milik warga yang ada di 3 kecamatan mengalami rusak,”ungkap Hendri.

Adapun 5 rumah milik warga yang mengalami rusak yakni kediaman Bambang Sudiono warga Dusun Bersama, Kecamatan Pegajahan. Kediaman Juman dan Sumiati warga Dusun XIV Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban.

Dan terakhir kediaman Hotman Sinaga warga Dusun V Pematang Terang dan kediaman Boldan Lubis warga Desa Pematang Cermai Kecamatan Tanjung Beringin,”pungkasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, salah satu rumah yang diterjang angin kencang di Dusun 14 Desa Sukadamai, bahkan hancur tertimpa pohon besar akibat diterjang angin kencang.

Dilokasi, terlihat Bagian atap atau seng depan rumah tersebut hancur berantakan, akibat tertimpa pohon yang kerap disebut pohon Dadap.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 15.30 WIB tadi, atau sebelum Ashar. Saat itu hujan deras disertai angin kencang,” ujar Sumiati (58) pemilik rumah.

Lanjut Sumiati, saat itu dirinya tengah berada di dapur rumah.

“Begitu mendengar suara gemuruh, saya langsung keluar rumah apalagi anak-anak saya juga memanggil-manggil. Ternyata, suara gemuruh itu rupanya rumah saya udah kena timpa pohon,” ujar Sumiati.

“Yang hancur ini, bagian kamar dengan ruang tamu. Saat ini ya saya hanya berharap ada bantuan lah,” ujar Sumiati.

Akibat kejadian ini, Sumiati mengungsi ke rumah anaknya yang tidak jauh dari kediamannya itu.

Warga sekitar rumah Sumiati juga terlihat secara gotong royong, bahu membahu memotongi batang pohon dan menyelamatkan barang-barang miliknya,”pungkasnya**