Salurkan Bantuan, Bupati Darma Wijaya Liat Kondisi Warga Yang Sakit di Pengungsian

19

Bupati Sergai H Darma Wijaya saat melihat kondisi warga yang sedang sakit di tempat posko pengungsian di Sei Rampah.(Foto.dok.istimewa).

SERGAI- Usai Sholat Subuh, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya bersama putranya Alwi Gibran Wijaya kembali bergerak menyusuri wilayah banjir. Kali ini mereka mengarah ke jalan Kartini Utama Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (13/11/2021).

Darma Wijaya sengaja membawa anaknya untuk menumbuhkan rasa peduli sosial kepada sang anak. Kesederhanaan dan kedermawanannya ingin diturunkannya kepada sang anak.

Bupati bersama putranya singgah di posko Teratai Dusun III Desa Sei Rampah. Sembako berupa beras, mie instan, telur, minyak, gula, bubuk teh dan air mineral diturunkannya untuk masyarakat yang terdampak banjir.

Saat tiba, pengungsi yang didominasi kaum ibu saat itu tengah memasak makanan untuk serapan.

“Terimakasih pak Bupati, beras kami memang telah habis dan kini ada lagi stok beras yang bisa kami makan,”ungkap salah seorang pengungsi.

Usai menurunkan bantuan, ia melanjutkan perjalanan ke posko yang terletak di Dusun X Desa Firdaus atau tepatnya disebelah rumah dinas Bupati. Disini Wiwik, sapaan akrab Darma Wijaya, kembali menurunkan bantuan yang ada di mobilnya.

Setelahnya, mantan Wakil Bupati ini kembali menuju ke jalan Belidaan. Tepat di balai perikanan Belidaan Desa Cempedak Lobang, ia kembali menurunkan bantuan sembako.

Disini ia disambut anak-anak pengungsi yang girang mengejar mobil yang membawa bantuan.

Ditemani Kades Cempedak Lobang Edi Musli atau Eed, Darma Wijaya menyempatkan diri untuk melihat salah seorang pengungsi yang tengah sakit, Nek Maimunah.

“Assalamualaikum, nenek, sakit apa? Sudah makan nek?,” tanya Bupati.

Namun sang nenek hanya menunjukan raut muka bingung. Setelah diberitahu bahwa yang datang adalah Wiwik, nenek berusia 87 Tahun itu langsung menyalaminya.

“Nenek sehat ya nek. Kalo ada yang sakit infokan ke Kades. Biar kami bawa ke Rumah Sakit,”ucapnya.

Kehadiran Bupati langsung turun ke korban banjir untuk melihat kondisi masyarakatnya. Ia berkomitmen tidak boleh ada korban banjir yang kelaparan.

“Jangan sampai ada yang kelaparan. Jika sembako habis, lapor ke Kadus atau Kades. Kita akan berupaya memenuhinya,”tegasnya.**