Sebelum Ngantor, Bupati Kembali Bagikan Sembako ke Posko Pengungsian

31

Bupati Sergai H Darma Wijaya membagikan sembako di posko pengungsian Dusun XII Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin pagi (15/11/2021).(Foto/istimewa).

SERGAI- Perhatian Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai kepada para korban banjir terus mengalir. Tiada hari tanpa menyalurkan bantuan, ungkapan itu layak disandang Pemkab Serdang Bedagai mengingat begitu besarnya perhatian yang diberikan.

Bahkan sebelum masuk ke kantor untuk berdinas dan melaksanakan tugas, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya kembali melihat kondisi pengungsian yang sebagian belum bangun.

Bahkan dirinya juga membagikan sembako kepada pengungsi korban banjir di beberapa posko penampungan, antara lain posko Dusun XII Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin pagi (15/11/2021).

Salah seorang pengungsi, Endang Armiyanti mengatakan dirinya sangat terkejut atas kehadiran Bupati pagi-pagi dan menyerahkan bahan sembako berupa Cabai, bawang, sayuran dan lain sebagainya.

“Bangga kalilah sama bupati. Tidak menyangka Bupati datang. Pas turun tadi kami pikir entah siapa, rupanya pak Bupati,”ungkap Endang.

Ia pun menceritakan bahwa Bupati hadir ke posko pagi-pagi untuk memberikan bahan sembako yang di masak hari ini.

“Pak Bupati tadi bawa sembako buat masak hari ini. Alhamdulillah sangat membantu,”ucapnya.

Wanita paruh baya yang tengah memasak itupun menjelaskan perhatian Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai kepada para korban banjir sangat terasa. Seluruh bahan sembako mulai dari beras, mie instan, telur, gula, minyak dan lainnya.

“Kami disini ada 20 Kepala Keluarga (KK). Pasokan terus disalurkan Pemerintah ke posko. Mulai dari beras, minyak, mie instan, telur, gula dan lainnya,”tandasnya.

Sejak dilanda banjir 2 pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dibawah komando Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan terus memberikan perhatiannya.

Tiada hari tanpa memperhatikan pengungsi korban banjir. Bahkan hingga tengah malam, Darma Wijaya menyusuri jalan yang dipenuhi air untuk melihat kondisi warganya.