Soal Beredar Isu Rumah TLH Tak Diperhatikan, Sergai Maju Terus Gerak Cepat, Hasilnya Terkuak

113

Kepala Dinas Sosial Kab. Sergai Arianto didampingi Pemerintah Kecamatan meninjau langsung kediaman Burhanuddin di Desa Silau Rakyat, Sei Rampah.(ist)

SERGAI, Timenews.co.id| Terkait beredar isu rumah Tidak Layak Huni (TLH) kurang di perhatikan, misi -visi Sergai Maju Terus langsung gerak cepat meninjau lokasi tersebut.

Rumah THL yang diketahui milik Burhanuddin yang berlokasi di Dusun I Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Sergai direspon cepat Dinas Sosial Sergai Didampingi Pemerintah Kecamatan Sei Rampah dan pemerintah Desa Silau Rakyat pada hari Jumat (21/1/2022), hasil kunjugannya mulai terkuak.

” Rumah yang ditempati Burhanuddin itu surat tanahnya belum atas nama pribadinya. Melainkan masih atasnama orang tua kandungnya. Inilah yang membuat polemik sehingga rumah beliau tidak bisa diajukan untuk mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni,”kata Kadis Sosial, Arianto dalam kunjungan.

Sambung Arianto. Surat tanah yang ditempati Burhanuddin masih atas nama orang tuanya. Jadi harus diurus dulu status tanahnya atas nama Burhanuddin, baru bisa diajukan perehabannya,”ungkapnya.

“Masalah rumah tersebut akan kita ajukan perehapan melalui Baznas, mudah- mudahan ini bisa terealisasi, tapi dengan syarat surat tanahnya harus dialihkan dulu atas nama Burhanuddin,”ungkapnya.

Sementara itu soal bantuan PKH, kata Arianto. Atas nama Mahyuni istri Burhanuddin yang dalam bulan terakhir tidak ada saldo akibat kesalahan administrasi.

“Pemerintah melalui Dinsos akan mencoba mengusulkan kembali agar bisa mendapatkan bantuan PKH tersebut,”ujar Arianto.

Kepala Desa Silau Rakyat, Katimin Angkat Bicara

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Silau Rakyat, Katimin akhirnya angkat bicara terkait beredar isu rumah tak layak huni (TLH) kurang diperhatikan.

“Bahwa sebenarnya rumah tersebut sudah lama diajukan kedalam program rumah tidak layak huni. Namun apa yang menjadi persyaratan belum dipenuhi oleh Burhanuddin sebagai mana persyaratan yang sudah ditentukan,”kata Katimin dikonfirmasi wartawan, Jumat(21/1).

Ia menambahkan, bahwa surat tanah yang menjadi salah satu persyaratan didalam pengajuan bantuan rumah tidak layak huni masih atas nama orang tuanya bukan atasnama Burhanuddin.

Bahkan, lanjut Kasimin. Pemerintah Desa sudah pernah memberikan saran agar surat tanahnya dialihkan nama, namun Burhanuddin seperti tidak merespon.

“Saya sudah lama menghimbau agar beliau (Burhanuddin-red), cepat mengurus dan mengalihkan nama disurat tanah tersebut atas nama dia. Tapi dia seakan akan tidak merespon, saya tunggu -tunggu dikantor tapi dirinya tidak datang juga.

” Cemana bantuan bisa diusulkan, kalau surat tanahnya belum nama dia, sudah begini barulah dia datang,”tambah Katimin.(Sugi)