Soal Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Manejer PTPN III Tanah Raja: Janji Tanggal 25 Oktober Akan Diperbaiki

235

Manejer Perkebunan PTPN III Tanah Raja, Efendi Akbar bersama rombongan turun langsung dilokasi jembatan yang 3 tahun tak kunjung diperbaiki yang turut disaksikan Kepala Desa Sei Buluh, Subandi, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Mengkudu dan para petani yang lahan pertanian yang terendam banjir.(Foto/timenews.co.id).

SERGAI, timenews.co.id|Pasca 3 tahun jembatan akses jalan milik perkebunan PTPN III Tanah Raja yang tak kunjung diperbaiki hingga menjadi dampak lahan pertanian milik warga terendam banjir.

Masyarakat Dusun V Payanibung II Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai akhirnya mendapat respon cepat pihak perkebunan PTPN III Tanah raja turun kelokasi dan berjanji kembali akan segera diperbaiki.

” Akan segera kita perbaiki jembatan ini,”ujar Menejer PTPN III Kebun Tanah Raja, Efendi Akbar usai meninjau langsung lokasi jembatan, Kamis(20/10/2021).

Namun saat disinggung jangka berapa lama perbaikan jembatan tersebut yang sudah 3 tahun tak kunjung diperbaiki.

Secara spontan, Efendi Akbar menyampaikan,”inikan sudah dengar tadi tanggal 25 Oktober 2021 dan selama inikan tidak ada iuga surat dari pihak pemerintah desa secara resmi baik kamu juga (wartawan-red) saya hanya terima secara lisan dan kami respon”,ujar Efendi Akbar

” Kita janji tanggal 25 Oktober 2021 ini,”pungkas Manejer Kebun Tanah Raja langsung meninggal awak media dilokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Buluh, Subandi menuturkan bahwa pemerintah desa Sei buluh sudah menyampaikan secara lisan sebanyak 4 kali.

“Sudah empat kali kita sampaikan secara lisan kepada pihak perkebunan,”ujar Subandi

Sambung Subandi, bahkan kemarin kita juga turun bersama tim deriksi dari USU medan turun kelokasi ini. Bahkan menurut mereka bahwa bulan ini akan terjadi hujan lebat. Makanya kita kembali sampaikan lisan kepada perkebunan,”ungkapnya.

“Dari pihak perkebunan tanah raja berjanji tanggal 25 Oktober 2021 akan diperbaiki dengan diturunkan alat excavator dilokasi jembatan ini, kita tunggu aja bersama sama”terang Kades Sei Buluh, Subandi di hadapan para petani.

Sementara itu, Samudra warga sekitar yang merupahkan lahan pertanian yang terendam banjir dilokasi mengatakan,” kita tunggu aja jika tak ada solusi perbaikan jembatan ini, maka kami para petani yang bertindak untuk mengali jembatan ini jika tidak adanya respon dari pihak perkebunan”terang Samudra dihadapan awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga masyarakat Dusun V Payanibung II Desa Sei buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, akhirnya menagih janji pihak Perkebunan PTPN III Tanah Raja.

Pasalnya, hampir 3 tahun saluran yang ada dibawah jembatan akses jalan untuk dilintasi hasil Perkebunan milik PTPN III Tanah Raja hingga kini tak kunjung diperbaiki, sehingga luapan air terimbas dilahan pertanian milik warga seluas 5 hektar yang akan bercocok tanam.

“Sudah 3 tahun berjalan mulai tahun 2018 sampai 2021, jembatan ini yang merupahkan akses jalan untuk lintasan hasil Perkebunan milik PTPN III Tanah Raja dan perkebunan Lonsum Rambung Sialang sampai saat ini tak kunjung di perbaiki,”ujar Supon selalu kepala Dusun V Payanibung II, Kamis(21/10).

Sambungnya, akibatnya air yang tidak mengalir membuat luapan air langsung masuk ke lahan pertanian milik masyarakat, akibatnya pembibitan padi yang akan bercocok tanam menjadi terimbas dan gagal panen akibat terendam banjir”,ujarnya.

“Kurang lebih 5 hektar lahan pertanian milik warga yang akan bercocok tanam semua terendam banjir seperti lautan, hal ini akibat dampak saluran parit yang tidak memadai debit air yang mengalir milik Perkebunan PTPN III Tanah Raja yang tak kunjung diperbaiki,”ujar Supon.

Ia menambahkan, padahal kita ketahui bersama hal ini pernah terjadi di tahun 2018 dimana puluhan hektar lahan pertanian milik warga terendam banjir akibat luapan air dari saluran parit
milik PTPN III Tanah Raja tidak memadai. Sehingga luapan air langsung meluap kelahan pertanian milik warga,”ungkapnya.

Bahkan, kata Supon. Sebelumnya tahun 2018 warga sekitar juga pernah bergotong royong untuk menimbun saluran parit milik perkebunan PTPN III Tanah Raja agar luapan air dari perkebunan tidak masuk kelahan pertanian,”ujar Supon.

Senada dikatakan Solok warga sekitar juga menagih janji kepada pihak perkebunan PTPN III Tanah Raja yang sudah hampir 3 tahun jembatan milik perkebunan tak kunjung di perbaiki.

“Kami tagih janji Manejer lama yang dulu pernah menjabat di PTPN III Tanah Raja, katanya akan melakukan perbaikan jembatan ini, buktinya mana sudah 3 tahun tapi tak juga diperbaiki, akibatnya bibit padi yang akan bercocok tanam milik warga semua terendam banjir akibat luapan air dari perkebunan,”kesal Solok.

Ia menambahkan, dulunya pihak perusahaan perkebunan PTPN III Tanah Raja bersama Forkopincam Teluk Mengkudu sudah pernah tinjau kelokasi bersama pemerintah desa Sei buluh. Dan terlihat jelas bahwa sumber masalah hanya satu yaitu tersumbatnya gorong gorong dibawah jembatan jalan akses kebun akibat dipasang paku bumi secara melintang di bawah jembatan,”ujar Solok.

Bahkan hasil diskusi pihak pemerintah Kecamatan Teluk Mengkudu dengan pihak perkebunan PTPN III Tanah Raja akan berkoordinasi dengan Kebun Rambung Sialang (Lonsum) dan PT. LMA untuk memperbaiki jembatan, tapi hasilnya mana sudah 3 tahun tapi hasil nihil”,terang Solok dengan nada kesal.

” Lihatlah bang, bibit padi milik warga yang akan bercocok tanam semua terendam banjir. Bahkan terlihat paku bumi yang dibawah jembatan juga masih sama seperti tahun 2018, kami warga Dusun V Payanibung II ingin segera diperbaiki,”pungkasnya.**

(Red).