Sungai Padang dan Bahilang meluap, Banjir Rendam Kota Tebing Tinggi Sumut, 698 KK Terdampak

24

Banjir melanda dan memasuki Kota Tebingtinggi pada malam hari,(Foto.dok.istimewa).

TEBINGTINGGI- Banjir melanda sejumlah kelurahan di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara (Sumut), Minggu (21/11) dini hari. Ketinggian air yang merendam 10 kelurahan di lima kecamatan sekitar 20 hingga 120 sentimeter (cm).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi melaporkan ketinggian banjir meningkat pada pukul 17.30 WIB. Sebanyak 698 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intesitas tinggi mengguyur kawasan kota maupun kiriman air dari Kabupaten Serdang Bedagai.

“Hujan dan kiriman air menyebabkan debit air Sungai Padang dan Bahilang meluap,” kata Muhari dalam keterangan tertulis.

Muhari mengatakan kelurahan yang terdampak antara lain Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Badak Bejuang dan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

Kemudian Kelurahan Brohol dan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis; Kelurahan Satria dan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir; Kelurahan Pabatu dan Tualang, Kecamatan Padang Hulu; serta Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan.

Menurutnya, BPBD Kota Tebing Tinggi bersama dengan TNI, Polri, dinas terkait maupun relawan telah turun ke daerah terdampak banjir. Petugas juga menyiagakan apabila harus melakukan evakuasi warga menuju ke tempat yang aman.

“Melihat prakiraan cuaca pada dua hari ke depan, beberapa wilayah kecamatan terdampak masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan di wilayah yang saat ini masih terjadi banjir,” ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia