Tekab Polsek Medan Helvetia Tembak Residivis Pelaku Curat

52

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamaean Hutahaean saat introgasi dua pelaku pencurian dengan pemberatan.(Foto.dok.Gosumut).

MEDAN – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Helvetia menembak residivis pelaku pencurian dengan pemberatan di Bengkel Master Ban.

Tersangka dimaksud berinsial HT (47), warga Jalan Pembangunan Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Tersangka HT yang terpaksa ditembak karena melawan petugas saat dibawa pengemabangan kasus diamankan bersama seorang rekannya berinisial MS.

Sementara seorang lagi rekan para tersangka berinsial HS (45), warga Pancurbatu masih dalam pengejaran petugas.

“Tersangka HT diamankan dari sebuah Warung Internet (Warnet) Galang, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Sekambing CII, Kecamatan Medan Helvetia,” ujar Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamaean Hutahaean, Sabtu (9/10/2021).

Lebih lanjut dijelaskan mantan Wakasatresnarkoba Polrestabes Medan ini, terungkapnya kasus ini berdasarkan tindak lanjut laporan korban yang tertuang dalam No :LP/B/390/IX/2021/SU/POLRESTABES MEDAN/POLSEK MEDAN HELVETIA.

“Nah, menindaklanjuti laporan tersebut, awalnya personel berhasil mengamankan tersangka HT. Berdasarkan nyanyian HT, kita berhasil meringkus MS. Namun saat akan mencari MS, tersangka HT melakukan perlawanan dan berupaya kabur.

Di situ, petugas langsung menembak kaki tersangka setelah sebelumnya meletuskan tembakan peringatan,” jelas Kapolsek.

Ketika diinterogasi, sebut Kaposlek, kedua tersangka mengaku beraksi bersama seorang rekannya yang saat ini sedang dalam pengejaran.

“Untuk tersangka yang masih buron, kita tetap melakukan pengejaran. Untuk itu kami imbau agar segera menyerahkan diri. Jika tidak, kami tidak akan segan bertindak tegas,” sebut Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2004 ini.

Usai diamankan, kata Kapolsek, tersangka berikut barang bukti barang milik korban dari tokonya serta Yamaha Mio Putih BK 2205 ABN langsung digelandang ke Mapolsek Medan Helvetia untuk diproses.

“Imbas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini.

Sementata itu, tersangka HT yang diwawancarai mengaku dalam menjalankan aksinya, mereka bertiga memiliki peran berbeda. Mulai dari menentukan sasaran, memantau situasi dan mengeksekusi targetnya.

Sumber: Gosumut