Tim Kejagung Berhasil Amankan Tersangka “BT” Buronan Kasus Korupsi Kejari Sorong

49

Tim Kejagung saat  mengiring Tersangka BT (tengah -baju merah-red)  buronan dugaan kasus korupsi di Dinas Pertambangan dan Energi di Kabupaten Raja Ampat TA anggaran 2010.(Foto.dok.istimewa).

JAKARTA- Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Papua Barat berhasil amankan buronan tersangka kasus dugaan korupsi Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah di Dinas Pertambangan dan Energi di Kabupaten Raja Ampat TA anggaran 2010. Kamis(25/11).

” Tim Tabur Kejagung bersama Kejati Papua Barat berhasil mengamankan Buronan tindak Pidana Korupsi Perluasan
Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi pada Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010 yang merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Sorong,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dal am keterangan resmi yang dikutip Timenews.co.id, Jumat(26/11).

Adapun identitas tersangka yang diamankan Inisial BT(54) warga Jalan Waisai Kecamatan Waigeo Selatan, Kab. Raja Ampat/ Jalan Melati No. 06, Kel. Purwosari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.

” Tersangka BT yang merupahkan pekerjaan swasta Direktur PT. Fourking Mandiri,”papar Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Hal ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Nomor: PRINT 03/T.13/Fd.1/10/2018 tanggal 10 Oktober 2018, BT ditetapkan sebagai Tersangka dalam penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi pada Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010 dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp. 1.360.811.580 (satu milyar tiga ratus enam puluh juta delapan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh rupiah).

Sehingga tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP,”ujarnya.

“Tersangka BT diamankan di Jalan Karet Pedurenan Raya No. 60, Setiabudi, Jakarta Selatan karena ketika dipanggil sebagai Tersangka oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong namun Tersangka tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),”terang Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Sambungnya, akhirnya tersangka berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung.

“Saat ini, tersangka BT dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, untuk selanjutnya Tersangka BT akan diberangkatkan ke Papua Barat menggunakan pesawat pada Jumat 26 November 2021 dengan mematuhi protokol kesehatan,”ungkap Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Ia menambahkan, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kembali lagi kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,”pungkas Leonard Eben Ezer Simanjuntak.(Sugi)