Tim TABUR Kejagung bersama Kejaksaan Berhasil Amankan Tersangka DPO Kasus Pengadaan Mesin Genset di Nabire Papua

83

Buronan (DPO) H. MT (kaos batik) kasus dugaan korupsi Pengadaan Mesin Genset di Papua TA 2007-2008 saat digiring Tim TABUR di sel Tahanan.(Dok.istimewa)

JAKARTA- Tim Tangkap Buronan (TABUR) Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Papua berhasil mengamankan Buronan (DPO) kasus Perkara Pengadaan Mesin Genset Untuk Kelistrikan Pada Kabupaten Nabire, Papua periode tahun 2007-2008.

Adapun Buronan terpidana yang diamankan H. MT (66) Perum IKIP Gununganyar Blok F/174 RT 02/VI, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur yang merupakan Pensiunan Pegawai PLN.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 200 K/PID.Sus/2015 tanggal 25 November 2015, terpidana H. MT telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 21.901.130.000 Milyar.

Dan memutuskan menolak permohonan kasasi dari Terdakwa dan menjatuhkan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan pidana denda sebesar Rp 500.000.000,- (lima rarus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan penjara.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH, MH dalam keterangan resmi yang dikutip timenews.co.id, Kamis(2/12/2021) sekira pukul 14.00WIB.

Menurutnya, terpidana H. MH diamankan di Jalan HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat karena ketika dipanggil sebagai terpidana oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.

Bahkan terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, oleh karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan dan bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nomor R-125/R.1/Dti.2/12/2021 tanggal 1 Desember 2021,”ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung
RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH, MH

Hal ini mengenai permohonan bantuan pemantauan/pengamanan terhadap Terpidana atas nama H. MT dalam Perkara Pengadaan Mesin Genset untuk Kelistrikan pada Kabupaten Nabire, Papua periode tahun 2007-2008, dan selanjutnya Terpidana akan dibawa menuju Papua pada Jumat 03 Desember 2021 pukul 02:00 WIB pagi guna dilaksanakan eksekusi,”ujarnya.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.”pungkasnya(Sugi)