Wali Kota Medan Tambah 22 Titik e- Parking, Pengamat : Langkah Tepat dalam Meningkatkan PAD

40

Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat berdiskusi kepada juru pakir di Kota Medan.(Foto.dok. Pemko Medan).

MEDAN- Guna mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menambah 22 titik e-parking di kota Medan dari yang sebelumnya sudah ada. E-parking ini juga mencegah uang parkir masuk ke kantong pribadi oknum. Dengan demikian Bobby Nasution memastikan PAD dari sektor parkir ini dapat terserap secara optimal.

Agar penerapan e-parking ini berjalan dengan optimal, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan telah menyiapkan langkah-langkah termasuk menyiapkan sarana dan prasaran, SDM, serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat kota Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar menjelaskan penerapan e-parking di 22 titik ini akan ditempatkan pada 18 ruas jalan di 8 kawasan. Rencananya senin (18/10) e-parking ini akan mulai diberlakukan sehingga masyarakat hanya dapat melakukan pembayaran parkir secara non-tunai.

“Tanggal 18 Oktober 2021sudah mulai diberlakukan.”kata Iswar.

Iswar juga menyebutkan, Dinas Perhubungan Kota Medan juga telah bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT. Logika Garis Elektronik dalam hal menyiapkan sarana dan prasaran baik itu teknologi dan alat pendukung lainya sehingga nantinya dapat memudahkan masyarakat melakukan pembayaran parkir secara non tunai.

“Kita ingin agar teknologi yang dibayarkan dapat menampung metode pembayaran secara digital apakah itu dengan QRIS e-money ataupun dengan aplikasi seperti OVO.”sebut Iswar.

Selain itu Iswar juga meminta agar PT. Logika Garis Elektronik dapat memberdayakan juru parkir (jukir) yang ada serta memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi mereka yang bertugas seperti mengikut sertakanya kedalam BPJS.

Adapun ruas jalan yang akan menerapkan e-parking ini diantaranya Jalan Zainul Arifin (mulai dari simp. Jalan Diponegoro sampai simp. jalan S.Parman), Jalan Setia Budi (mulai dari simp. Jalan Sunggal sampai simp. Jalan dr. Mansyur), Jalan Irian Barat (mulai dari simp. Jalan HM. Yamin sampai simp. Jalan Veteran), Jalan Pemuda (mulai dari simp. Jalan Pandu sampai jalan Palang Merah), Jalan Cirebon (mulai dari simp jalan MT. Haryono sampai simpang jalan Pandu), Jalan Pemuda Baru I, jalan Pemuda Baru II dan jalan Pemuda Baru III, serta Kawasan Pasar Baru yakni jalan Palangkaraya, jalan Palangkaraya Baru, jalan Bandung, jalan Jember, jalan Bogor, jalan Kotanopan I, jalan Kotanopan II, jalan Pekantan dan jalan Barus.

Sementara itu Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan, Audrey M. Siahaan, SE, MSi, Akt menilai langkah yang diambil Wali Kota Medan, Bobby Nasution dengan menambah jumlah titik e-parking di kota Medan merupakan langkah tepat dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor parkir, sebab nantinya Pemko Medan akan memiliki laporan realisasi retribusi parkir yang lebih akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga dengan mudah dapat menentukan potensi pemasukan dari sektor parkir.

“Dari segi laporan keuangan ini sangat bagus, jadi kita bisa mengetahui berapa sebenarnya potensi parkir yang ada, dan pada akhirnya tentu akan meningkatkan PAD Pemko Medan karena uang parkir langsung masuk ke pemerintah.”Kata Audrey.

Untuk memastikan e-parking ini berjalan optimal dan dapat di terima oleh masyarakat luas, Audrey M. Siahaan menyarankan agar Pemko Medan melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Sebab tidak semunya masyarakat memiliki aplikasi pembayaran digital atau e-money.

“Sosialisasi kepada masyarakat itu sangat penting, karena harus kita akui tidak semua masyarakat memiliki aplikasi pembayaran atau e-money, jadi butuh waktu bagi masyarakat untuk menyesuaikanya,namun saya yakin dengan sosialisasi yang kuat orang-orang akan terbiasa meskipun butuh waktu.” Ujarnya.

Selain itu dirinya juga memberikan masukan agar juru parkir (jukir) yang ditugaskan nanti benar-benar harus profesional dan bertanggung jawab. Artinya jukir harus mengatur parkir kendaraan dengan teratur sesuai dengan rambu-rambu jalan.

“Jukir harus bertanggung jawab mengatur parkir kendaraan dengan tertib. Terkadang sering kejadian waktu kita ingin parkir jukirnya tidak ada, namun pada saat kita keluar justru jukirnya muncul. Jadi harus bertanggung jawablah.”sarannya.**